oleh

Rasulullah Juga Mengenakan Cincin Batu Permata

-BERITA, RAGAM-169 views

BERITAMAROS.COM — Demam batu permata yang melanda sejumlah daerah di Sulsel, termasuk Maros, bukan fenomena baru. Ini merupakan fenomena berulang.

Cincin Akik
Ilustrasi Akik Yaman. (Int.)

Bahkan sudah terjadi 1.400 tahun silam, di zaman Nabi Muhammad SAW. Beberapa riwayat menerangkan bahwa Rasulullah SAW juga mengenakan cincin yang terpasang di jari kelingkingnya; “Dari Anas bin Malik ra, ia berkata, bahwa cincin Rasulullah SAW itu terbuat dari perak dan mata cincinya itu mata cincin Habasyi” (HR Muslim).

Dalil di atas menunjukkan bahwa batu cincin Rasulullah SAW berjenis Habsyi, sejenis batu berwarna hitam kemerah-merahan yang berasal dari Afrika. Riwayat lain menyebutkan batu cincin itu adalah Batu Akik Yaman, jenis batu ini dapat ditemui di Afrika dan Yaman.

Ciri-cirinya dikenali dengan warna merah tua pekat atau merah darah, walau terlihat kehitam-hitaman. Jika dilihat dengan cahaya laser akan terpancar merah tua pekak, tidak jauh beda dengan batu bacan asal Indonesia.

Dalam hadis lain riwayat Imam Muslim dikisahkan, cincin Rasulullah SAW bertuliskan ‘Muhammadur-Rasulullah’. Model penulisannya menempatkan nama beliau di bawah kalimat Allah yang berada di atas. Setelah Nabi wafat, cincin itu dipakai oleh Umar bin Al-Khattab lalu diwariskan kepada Utsman bin Affan.

Suatu ketika, Utsman tak sengaja menjatuhkannya di sumur dan hilang. Sumur itu pun dinamai “Khatam” yang berarti cincin. Istilah khatam juga umum dipakai sebagai penutup sebuah surat yang dilegalisasi sebuah stempel, karena itu pula orang Arab menyebut khatam sebagai stempel, cincin Rasulullah SAW memang berfungsi sebagai stempel surat-menyurat.

Ibnu Shahr Ashub meriwayatkan, pada satu hari Malaikat Jibril turun menghadap Rasulullah SAW dan berkata,

“Tuhanku menyampaikan salam kepadamu dan berfirman untuk memakai cincin di tangan kanan dan memasang batunya dari Akik dan katakan kepada sepupumu (anak pamanmu, Imam Ali AS) untuk memakai cincin di tangan dan memasang batunya dari batu Akik. Kemudian Ali AS bertanya, Ya Rasulullah SAW apa itu Akik? Rasulullah SAW berkata, Akik adalah sebuah gunung di Yaman.”

Batu Akik ditemukan di banyak negara, India, Iran, China, termasuk di Indonesia, dalam beragam warna merah, kuning, abu-abu condong ke warna biru dan putih. Demikian dikutip dari portal Tribun Timur. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru