Warga Maros Diminta Tetap Jaga Etika dan Kesopanan di Medsos

MAROS – Warga Maros diminta tetap menjaga etika dan kesopanan saat berinteraksi di media sosial (medsos). Hal ini disampaikan Bupati Maros Hatta Rahman menanggapi laporan adanya oknum bidan di Maros yang menyebar kalimat kebencian.

Facebook

Ilustrasi ber-Facebook. (Int.)

Dia mengaku telah menelusuri kebenaran oknum tersebut yang menyebut dirinya bekerja di Puskesmas Lau. Namun oknum yang dimaksud tidak ditemukan.

“Semua yang benama Fitry di Puskesmas Lau sudah kami panggil dan dimintai keterangan. Tapi tidak ada yang mengaku,” katanya, melalui media, Kamis (19/1/2017).

Dia pun berharap kepada semua ASN agar saat membuat status atau berita di medsos, tetap mengedapankan etika dan kesopanan. Setiap ASN diharapkan menjadi panutan atau contoh baik di masyarakat. Jika ada yang kedapatan menyebar kalimat kebencian dan terbukti, tentu akan diberi sanksi.

Sebelumnya diberitakan, Polres Maros mencari dan mengusut dugaan penyebaran ujaran kebencian dan pencemaran nama baik instansi Polri yang dilakukan oleh pemilik akun Facebook bernama Andi Fitry Amdkeb Skm yang menulis sebuah kalimat status: “Polisi T** An*******ng dasaaaaaar se**** huhhh polisi u***”.

Pesan tersebut diupload pada 16 Januari 2017, jam 5.35 pm, dilike lima kali dan enam komentar. Status tersebut sudah dihapus, Selasa 17 Januari. Akun itu memiliki alamat tautan www.facebook.com/bidan.suardi. (*)

Leave a Reply