PDAM Maros

Literasi Sudah Ada di Maros Sejak 40 Ribu Tahun Lalu

MAROS – Budaya literasi di Kabupaten Maros sebenarnya bukan hal baru, literasi sejatinya sudah ada di Maros sejak 40 ribu tahun lalu.

A Muh Irfan AB dan lukisan gua Leang Leang Maros. (Ist.)

Hal itu terlihat dari lukisan manusia purbakala yang ada di gua-gua di Maros. Manusia masa prasejarah yang bermukim di Maros bahkan sudah diakui kecerdasannya, sama dengan kecerdasan manusia yang pernah hidup di Eropa.

Pengakuan yang diperoleh dari hasil penelitian para Arkeolog ini harus dipertahankan masyarakat Maros di jaman sekarang. Diantaranya dengan menggalakkan gerakan literasi yang berperan mencerdaskan masyarakat dan menyentuh seluruh kalangan, anak-anak, pemuda hingga orang tua.

Demikian disampaikan tokoh pemuda Maros yang juga legislator DPRD Sulsel dari Fraksi PAN, A Muh Irfan AB terkait gencarnya gerakan literasi di Kabupaten Maros.

“Awal lahirnya peradaban manusia dan bukti ilmiah manusia prasejarah mengenal gambar atau tulisan ternyata ada di Maros,” ungkapnya.

Dia mengatakan, gerakan literasi dan keberhasilan Maros mendapat penghargaan dalam indeks pembangunan literasi Indonesia menjadi motivasi bagi masyarakat Maros agar kembali melihat kehidupan masa lampau.

Kebanggaan tersendiri bahwa Maros memiliki kebudayaan yang maju di masa lalu sehingga diharapkan menjadi pemicu dan pemacu bagi generasi saat ini untuk tetap aktif mengkampanyekan gerakan literasi dan menjadikan Maros sebagai penanda peradaban masa depan. (*)

Leave a Reply