PDAM Maros

Penulis Maros Luncuran Buku Kajian Budaya Laut Bugis Makassar

MAROS – Laut sangat kental dengan kehidupan orang-orang Bugis-Makassar, mereka mengenal lautan dan menjelajahinya dengan gagah-berani. Karena itu, jejak Bugis-Makassar dijumpai di sejumlah tempat di nusantara bahkan di beberapa negara.

Puluncuran dan diskusi buku di Bagas Kopi Maros. (Ist.)

Hal itu menjadi salah satu topik paparan dalam peluncuran dan diskusi buku ‘Ekstraksi Laut: Perekat Bugis Makassar Terhadap Bangsa-Bangsa’, yang digelar di Bagas Kopi Maros, Jumat kemarin.

Buku itu ditulis oleh Kaimuddin Mbck dan Muh Nur Jaya dan diterbitkan oleh Lembaga Pengkajian Strategis Salewangang (Lepass) Kabupaten Maros. Penanggap dalam diskusi buku ini adalah seniman Lory Hendrajaya.

Menurut Kaimuddin Mbck, buku tersebut ditulis bukanlah didorong oleh rasa keangkuhan sebagai orang Bugis-Makassar, namun dalam banyak referensi, nenek moyang Bugis-Makassar pada abad-abad silam mengenal lautan dan berani menjelajahinya dengan hanya perahu layar sederhana yang dibuat secara tradisional.

“Uraian dalam buku ini diperoleh melalui studi kepustakaan, ekskapasi, dan observasi tempat secara langsung dengan kausalitas yang relevan,” ungkapnya, jelasnya, saat ditemui, Sabtu (25/3/2017).

Terpisah, Muh Nur Jaya, yang juga Direktur Lepass Maros, buku ini merupakan buku kedua yang diterbitkan Lepass Maros, setelah buku Kearifan Budaya Lokal yang terbit tahun 2011 lalu.

“Kami konsen mengangkat kajian budaya lokal, sebab pengaruh globalisasi menjadi ancaman budaya lokal. Penetrasi budaya luar tidak memberi tatanam budaya yang baik. Sehingga penting untuk merekontruksi nilai-nilai Bugis-Makassar agar kita tidak kehilangan identitas,” ujarnya.

Peluncuran dan diskusi buku ini dihadiri puluhan peserta, terdiri dosen, guru, mahasiswa, seniman, penulis, juga wartawan. (*)

Leave a Reply