Teatrikal Perjuangan Rakyat Maros dari Kodim 1422 dan BKKI Sita Perhatian

MAROS – Teatrikal perjuangan rakyat Maros dalam melawan penjajahan Belanda menjadi tontonan menarik dan menyita perhatian usai pelaksanaan Upacara HUT Kemerdekaan RI di lapangan Pallantikang, kamis (17/8/2017).

Teatrikal perjuangan rakyat Maros dalam upacara HUT ke-72 RI. (Ist.)

Teatrikal tersebut merupakan persembahan Kodim 1422/Maros kerjasama Badan Kerjasama Kesenian Indonesia (BKKI) Kabupaten Maros.

Dandim 1422/Maros, Letkol Kav Mardi Ambar Fajaryanto mengatakan teatrikal ini sengaja mengangkat tema lokal untuk membangkitkan semangat Nasionalisme masyarakat di hari Kemerdekaan RI.

Diharapkan dari teatrikal yang disuguhkan dalam rangkaian Upacara HUT RI Ke-72 Tahun, warga Maros bisa mengenang pula jasa leluhur yang berjuang pada masa kerajaan di Maros sehingga bisa mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal bermanfaat untuk sesama.

Sementara Ketua BKKI Maros, Husni Siame mengatakan, drama ini dimainkan berbagai sanggar seni dan pelajar Maros sejumlah 150 orang.

Pendukung acara diantaranya, UKM Toddolimayya Yapim Maros, Sanggar Paraikatte Bontoa, Sanggar Seni Budaya Barasa Kassikebo, Sanggar Seni Boddia SMK Yapki, SMKN 1 Maros, SMKN 2 Maros, SMK Kebangsaan, SMAN 3 Lau, SMAN 4 Bantimurung dan pasukan berkuda dari barandasi.

Teatrikal tersebut bercerita tentang masa pemerintahan Raja Marusu VII, La Mamma Dg Marewa yang berusaha mengajak raja-raja tetangga untuk membentuk suatu wadah persatuan guna bersama-sama saling bahu membahu terutama dalam mengantisipasi gangguan atau intervensi dari pihak lain terutama penjajah Belanda.

Sehingga lahirlah ‘Toddo Limayya ri Marusu’ atau Persatuan Adat Lima Kerajaan diantaranya Marusu’, Bontoa, Lau, Turikale dan Simbang. (*)

Leave a Reply