Arkeolog Temukan Jejak Kesenian Manusia Purbakala Maros

MAROS – Pusat Arkeologi Nasional (Arkenas) bersama tim arkeologi Sulawesi Selatan didampingi Konsulat Jenderal Australia melakukan penggalian arkeologi di situs gua batu kapur, Leang Bettue di Kelurahan Kalabirang Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros.

Penggalian arkeologi di Leang Bettue Maros. (Ist.)

Kepala Balai Arkeologi Sulawesi Selatan Budianto Hakim mengatakan, dalam penggalian yang melibatkan mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar dan Universitas Halu Oleo Kendari itu ditemukan beberapa peralatan yang dahulu digunakan untuk mengolah binatang, juga perhiasan yang berasal dari tulang dan gigi binatang.

“Ada temuan alat yang digunakan untuk mengolah binatang, lalu perhiasan yang berkorelasi dengan lukisan di dinding gua,” ujarnya, Rabu (23/8/2017).

Dijelaskannya, proyek penggalian arkeologi ini didanai oleh Dewan Penelitian Australia dan Universitas Griffith di Australia. Proyek ini sangat penting, karena akan mengungkap bukti manusia pertama yang memasuki daratan Sulawesi.

Apalagi Sulawesi dianggap sebagai zona percabangan dari semua migrasi. Bahkan, beberapa peneliti mengatakan, Sulawesi seperti mangkok, saat semua hewan masuk ke Sulawesi.

Selain lukisan tertua di dunia, para arkeolog juga menemukan peninggalan ras Mongoloid dan Austromelanik. Dari ciri temuan yang didapat, ada layer satu ras Mongoloid dan austromelanik (homo sapiens).

Sementara itu, Konsulat Jendral Australia Richard Mathews mengatakan, kawasan Leang Leang Kabupaten Maros sangat kaya akan bukti peninggalan manusia jaman purba. Salah satu diantaranya dengan ditemukanya peninggalan seni yang lebih tua dari lukisan gua yang ada di Eropa.

“Di tempat ini ada lukisan yang umurnya sudah 40.000 tahun, sementara di Eropa ada lukisan gua paling maksimum umurnya 40.002 tahun. Manusia pada waktu itu sudah mengenal kesenian, sebagai bukti manusia modern sudah masuk ke tempat ini. Manusia pada jaman itu, sudah membuat perhiasan, membuat seni dan ini termasuk penemuan penting,” jelasnya didampingi Sementara Arkeolog Unhas Iwan Sumantri. (*)

Leave a Reply