PDAM Maros

Dua Desa di Maros Jadi Percontohan Layanan Perlindungan Hak Perempuan

MAROS – Dua desa di Maros menjadi percontohan kegiatan sinergi lembaga layanan perlindungan hak perempuan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Sulsel.

Wawan Mattalui bersama ibu-ibu Desa Labuaja Maros. (Ist.)

Dua desa tersebut, yakni Desa Labuaja Kecamatan Cenrana dan Desa Bontotallasa Kecamatan Simbang. Peresmian percontohan kegiatan ini dilakukan di Gedung Olahraga Desa Labuaja, Kamis (9/11/2017).

Dalam acara yang dihadiri Anggota DPRD Sulsel asal Maros Wawan Mattaliu itu, ibu-ibu desa diajarkan membuat jilbab. Menurutnya, melalui kegiatan ini, selain lebih leluasa soal model jilbabnya, kaum ibu juga bisa menjadi kaya atau minimal berdaya ekonomi membantu suami.

“Sudah ada desa yang warganya ramai membuat jilbab menarik. Dan dipasarkan secara luas. Kita di sini juga bisa,” ujarnya.

Sementara Kepala DPPPA Sulsel Andi Murlina mengatakan, perempuan identik dengan perannya di dapur. Namun seiring perkembangan zaman, perempuan juga mesti berdaya lebih. Termasuk membantu suami dalam menopang perekonomian keluarga.

“Banyak yang bisa kita buat. Misalnya membuat aksesori jilbab yang bisa menaikkan harga jilbabnya. Misalnya, dari jilbab yang cuma Rp10.000 bisa kita jual hingga ratusaan ribu, hanya dengan menambahkan pernak-pernik,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Desa Labuaja Nurbaeti Lanti berharap program pemberdayaan perempuan bisa terus berlanjut. Hingga para ibu betul-betul mahir untuk berkreasi dan memasarkan produknya. (*)

Leave a Reply