oleh

Pendapatan Daerah Bertambah dalam APBD-P Maros 2018

MAROS – DPRD Maros mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun anggaran 2018, melalui rapat paripurna yang digelar di Ruang Utama DPRD Maros, Senin (16/7/2018).

Penyerahan dokumen APBD-P 2018 Maros. (Ist.)

Dalam APBD-P tahun 2018 ini, pendapatan asli daerah (PAD) Maros bertambah sekitar Rp52 miliar, yakni menjadi Rp254 miliar dari APBD pokok 2018 sebesar Rp202 miliar.

Akibat dari penambahan PAD ini, pendapatan daerah dalam APBD-P berubah dari Rp1,420 triliun menjadi Rp1,490 triliun.

“Pada sektor belanja juga terjadi peningkatan sebagai penyesuaian dari peningkatan pendapatan yakni, dari Rp1,490 triliun menjadi Rp1,515 triliun,” jelas Bupati Maros, HM Hatta Rahman.

Akibatnya, Kabupaten Maros mengalami defisit sekitar Rp24 miliar. Defisit anggaran yang dialami ini merupakan pertama kali sejak Hatta Rahman pemimpin pemerintahan Maros sejak tahun 2010 lalu.

Menurut Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Maros, Takdir, defisit ini merupakan hal yang normal dalam keuangan. Pasalnya, defisit terjadi karena adanya sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) sebesar Rp30 miliar.

“Itu normal, karena defisit ini terjadi karena ada Silpa Rp24 miliar, sehingga setelah dihitung defisit anggaran Pemkab Maros sekitar Rp24 miliar,” jelasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita terbaru