oleh

Kawasan Karst Terbesar Ketiga Dunia Ada di Maros Sulawesi Selatan

MAROS – Rammang Rammang menjadi destinasi wisata alam di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan yang keindahan alamnya banyak dikagumi wisatawan.

Pesona alam Rammang Rammang Maros. (Ist.)

Gugusan hutan batu, ditambah panorama alam yang masih sangat alami, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke tempat ini.

Hutan karst Rammang Rammang merupakan surga bagi aneka satwa, khususnya burung endemik Sulawesi. Di tempat ini sebagian besar burung-burung yang hanya bisa ditemukan di Sulawesi, sehingga menjadikannya sebagai lokasi favorit bagi para pengamat burung atau birdwatcher dan para fotografer kehidupan liar atau wildlife photographer.

Luas hutan karst kawasan Rammang Rammang, yakni 45.000 hektar dan merupakan kawasan karst terbesar ketiga dunia setelah Tsingy di Madagaskar dan Shilin di Tiongkok.

Rammang Rammang yang terletak di Desa Salenrang Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros ini berada di pegunungan karst Maros-Pangkep. Berjarak sekitar 40 kilometer sebelah utara Kota Makassar. Rammang Rammang dapat ditempuh kurang lebih satu jam perjalanan menggunakan kendaraan umum.

Rammang Rammang Maros masuk dalam zonasi kawasan geopark Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dan tengah dalam perumusan konsep pembangunan destinasi wisata Geopark Nasional oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Maros.

Kepala Disbudpar Maros, Kamaluddin Nur, mengatakan pariwisata berbasis alam menjadi trend dan berkembang saat ini. Sehingga pihaknya akan terus berupaya mengembangkan wisata berbasis alam di Maros.

“Potensi wisata alam di Kabupaten Maros sangat menjanjikan, khususnya Rammang Rammang yang sudah dikenal secara nasional, bahkan mancanegara. Ini akan terus kita pertahankan dan terus mengupayakan agar destinasi wisata alam di Kabupaten Maros terus berkembang,” paparnya, Minggu (29/7/2018).

Nama Rammang Rammang berasal dari Bahasa Makassar yang memiliki arti awan atau kabut. Rammang Rammang berarti sekumpulan awan atau kabut. Menurut cerita penduduk setempat, penyebutan nama Rammang Rammang karena awan atau kabut sering menyelimuti daerah ini, utamanya di pagi hari dan ketika hujan turun. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita terbaru