Pemberian Vaksin MR di Maros Dihentikan Hingga Ada Putusan MUI

MAROS – Bupati Maros Hatta Rahman, memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Maros, dr Hj Maryam Haba supaya mengentikan sementara proses imuninsasi atau pemberian vaksin Measles Rubella (MR) kepada siswa.

Pelaksanaan imunisasi MR di salah satu sekolah di Maros. (Ist.)

Penundaan sementara tersebut sudah ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan Maros dengan mengirim surat imbauan kepada Puskesmas yang ada di 14 kecamatan, Selasa (7/6/2018).

Tim medis Puskesmas diminta untuk menunda vaksin MR sampai adanya keputusan dari Kementerian Kesehatan dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hal itu untuk memastikan status halal vaksin tersebut. Selama ini, pemberikan vaksin menuai protes dari berbagai kalangan, termasuk orangtua siswa.

“Bapak Bupati Maros meminta supaya pemberian vaksin MR ini ditunda sementara. Kalau sudah ada keputusan dari Kementrian Kesehatan dan MUI, kita akan lanjutkan,” kata Kabag Humas Pemkab Maros, Andi Darmawati B Situru.

Jika ada kepala Puskemas yang membandel dengan cara tetap melanjutkan vaksin, maka akan dievaluasi oleh Bupati Maros.

Dia berharap, vaksin tersebut tidak berbahaya dan tetap halal. Pasalnya, sejumlah siswa di Maros sudah divaksin sebelum adanya permasalahan.

Sebelumnya, Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), datangi kantor DPRD Maros dan Dinas Kesehatan Maros untuk menyampaikan pernyataan sikap atas polemik imunisasi MR.

BKPRMI Maros meminta pemerintah daerah menghentikan proses penyuntikan vaksin ke siswa sebelum adanya kejelasan halal dari pihak MUI. (*)

Leave a Reply