oleh

Pedagang Buah di Tepi Jalan Ditertibkan Satpol PP Maros

MAROS – Puluhan pedagang buah-buahan di sepanjang jalan poros Makassar-Maros di Maccopa ditertibkan oleh aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Maros, Kamis (9/8/2018).

Pedagang buah-buahan di tepi jalan poros Makassar-Maros di Maccopa. (Ist.)

Penertiban ini dilakukan karena hampir semua pedagang buah menggunakan bahu jalan dan trotoar.

Kepala Bidang Penegak Perda Satpol PP Maros, Jamaluddin menuturkan, penertiban PKL ini karena menimbulkan kemacetan pada jam tertentu. Apalagi jika pembeli buah menggunakan pinggir memarkirkan kendaraannya.

“Kami tertibkan karena mereka sudah membangun kios dan lapak menggunakan bahu jalan dan trotoar. Padahal bahu jalan dan trotoar itu sama sekali tidak bisa digunakan untuk berjualan, sebab diperuntukkan bagi pejalan kaki. Kondisi itu juga membuat kemacetan, karena pembeli memarkir kendaraannya di pinggir jalan,” sebutnya.

Ia menambahkan, penggunaan bahu jalan dan trotoar untuk berjualan melanggar Perda Nomor 6 Tahun 2006 tentang Penetiban PKL. Di dalam Perda itu disebutkan, bagi pemilik kios dan lapak yang melanggar aturan dan mendirikan bangunan di atas trotoar dan bahu jalan, akan dituntut 3 bulan kurungan penjara dan denda Rp50 juta.

“Tapi saat ini kami baru memberikan sosialisasi dulu dan berikan pemahaman kepada pemilik kios. Karena sudah beberapa kali kami memberitahukan dan menertibkan. Namun hanya selang beberapa bulan lagi, mereka kembali mengeluarkan dagangannya ke trotoar,” ungkapnya.

Sementara itu, seorang pedagang buah, Dewi mengatakan, pihaknya mengeluarkan dagangannya karena hanya meniru apa yang dilakukan pedagang lain.

“Saya kasih maju jualan saya, karena pedagang lain juga begitu. Nanti jualan saya tidak terlihat kalau jualan saya di belakang. Kalau memang ingin ditertibkan semuanya harus ditertibkan. Saya bersedia mundur, tapi yang lain juga harus mundur,” jelasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita terbaru