oleh

LHK Kampanye Setop Penggunaan Merkuri di Maros

MAROS – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, melakukan sosialisasi dan kampanye setop penggunaan merkuri di Maros, Rabu (15/8/2018).

Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya KLHK, Rosa Vivien Ratnawati saat di Maros. (Ist.)

Sosialisasi ini dihadiri Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian LHK, Rosa Vivien Ratnawati.

Sosialisasi ini merupakan gerakan agar masyarakat berhenti menggunakan bahan-bahan yang mengandung merkuri.

“Masyarakat menggunakan merkuri setiap hari, khususnya dalam kosmetik. Padahal ini berbahaya bagi kesehatan karena beracun. Sehingga kita lakukan sosialisasi untuk pengurangan dan penggunaan merkuri dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah pusat melalui Kementerian LHK, meratifikasi undang-undang pembatasan dan pengurangan penggunaan merkuri. Dan nantinya akan keluar keputusan presiden (Kepres) terkait pembatasan penggunaan merkuri. Menurut Rosa, masyarakat bukannya sengaja menggunakan bahan-bahan yang mengandung merkuri, hanya saja mereka tidak tahu karena informasi yang minim.

“Makanya kami mengapresiasi ke pemerintah daerah karena memberikan kesempatan untuk sosialisasi bahaya penggunaan bahan mengandung merkuri, agar informasi dapat menyebar luas ke masyarakat. Kami berharap sosialisasi ini dapat menular ke pemda-pemda lain,” bebernya.

Ia menyebut, selain kosmetik penggunaan merkuri juga banyak digunakan dalam proses tambal gigi, sehingga regulasi pembatasan dan setop penggunaan merkuri harus segera terealisasi.

Sementara itu, Bupati Maros, HM Hatta Rahman meminta masyarakat untuk berhati-hati terhadap kosmetik yang beredar di luar. Pihaknya meminta masyarakat memperhatikan kandungan dalam kosmetik yang digunakan. Jangan sampai mengandung merkuri.

“Harapannya dengan sosialisasi ini masyarakat semakin paham bahaya merkuri dan lebih selektif dalam menggunakan bahan-bahan terutama kosmetik, lihat dulu kandungannya,” paparnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita terbaru