oleh

Polisi Tangkap Pelaku Jambret di Kawasan Perumahan di Turikale Maros

MAROS – Polsek Turikale Polres Maros mengamankan seorang pelaku penjambretan di Perumnas Tumalia Turikale Maros, Jumat 17 Agustus kemarin.

Pelaku dan barang bukti jambret di Turikale Maros. (Ist.)

Polisi membekuk pelaku di Perumahan Nusa Idaman Turikale Maros. Pelaku yang bernama Zulkifli ini, seorang warga Dusun Batunapara Desa Baruga Kecamatan Bantimmurung Maros.

Kapolsek Turikale Maros, Kompol Agus Salim menjelaskan, kejadian ini berawal saat korban habis menonton acara perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Lapangan Pallantikang Maros, bersama teman-temannya.

“Kejadian ini saat korban yang bernama Nasra, umur 13 tahun, menonton perayaan 17 Agustus. Saat itu korban pulang ke rumahnya di Permunas Tumalia dengan berjalan kaki, tiba-tiba seorang pelaku datang menggunakan motor dan merampas handphone milik korban, yang sedang berada di dalam tas milik korban,” ujarnya.

Dalam kejadian ini, korban bersama temannya berusaha untuk melakukan perlawanan kepada pelaku, namun korban bersama beberapa temannya tidak dapat melakukan apa-apa sehingga pelaku berhasil melarikan diri, karena pelaku menggunakan motor dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Saat handphone milik korban berhasil dijambret oleh pelaku, korban pulang ke rumahnya dalam keadaan menangis dan memberitahu kepada keluarganya. Sementara teman korban langsung melaporkan kejadian tersebut di Polsek Turikale yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Personil Resmob Polsek Turikale pun melakukan pengejaran dan mendapat informasi bahwa pelaku tinggal di salah satu rumah kost yang ada di Perumahan Nusa Idaman.

“Saat kami tiba di lokasi, ternyata pelaku sudah ingin meninggalkan kostnya. Namun sebelum ia melarikan diri, kami langsung meringkus dan membekuk pelaku yang sudah ingin keluar dari kostnya,” ungkapnya.

Menurut pengakuan pelaku, ia sudah dua kali melakukan aksi jambret. Ia menjambret lantaran ingin membayar kredit motor Yamaha R15-nya. Pasalnya, motor dengan harga tunai kisaran Rp 36 juta tersebut sudah jatuh tempo. Jika tidak segera dibayar, maka pembiayaan akan menariknya.

Selain itu, hasil curian itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia menjadi pengangguran setelah dipecat sebagai sekuriti. Ia terpaksa beralih profesi lantaran tidak memiliki penghasilan lagi.

Sementara istri dan anaknya juga butuh dinafkahi. Pria yang memiliki istri berprofesi sebagai tenaga medis tersebut mengaku menyesali perbuatannya. Jika sudah bebas, dia tidak mau lagi menjambret.

Saat ini pihak penyidik Polsek Turikale Maros sementara melakukan mengembangkan dan penyelidikan terkait kasus tersebut. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita terbaru