oleh

Warga Maros Diminta Waspadai Bahaya Laten Komunis

-BERITA, RAGAM-66 views

MAROS – Mengantisipasi kebangkitan Partai Komunis Indonesia, Divisi Infanteri 3 Kostrad TNI AD mengajak warga, tokoh agama, organisasi masyarakat serta pemerintah daerah untuk berdialog dalam komunikasi sosial dengan komponen masyarakat, Kamis (13/9/2018).

Dialog Kostrad TNI AD dengan masyarakat. (Ist.)

Kegiatan bertema mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdaulat dan sejahtera ini dilaksanakan di Markas Brigade Infanteri Para Raider 3 Tri Budi Sakti Kostrad Kariango Maros dan dihadiri Wakil Bupati Maros, HA Harmil Mattotorang.

Kepala Staf Divisi Infanteri 3 Kostrad, Brigjen TNI Dwi Darmadi mengatakan, bahaya laten komunis di Indonesia perlu diantisipasi sejak awal. Sebab PKI tidak akan pernah habis, karena itu perlu diantisipasi sejak awal. Tentara dan masyarakat harus bekerja sama dalam mengantisipasi kebangkitan PKI.

“Apalagi di bulan September ini, kita jangan lengah, harus bekerja sama untuk mengantisipasi kebangkitan komunis. Dalam proses sejarah, PKI akan lahir kembali, mereka tidak benar-benar mati. Makanya kita harus terus mengantisipasi,” jelasnya.

Selain mengajak mengantisipasi bahaya laten Komunis, dia juga mengajak untuk tetap menjaga keutuhan NKRI. Jangan sampai Indonesia akan dikuasai negara asing.

Dia mencontohkan ada beberapa perusahaan-perusahaan asing yang telah menancapkan kekuasaanya di beberapa wilayah. Padahal pemerintah Indonesia juga punya perusahaan yang sama, hanya saja tidak bisa maju karena tekanan-tekanan ekonomi dari perusahaan luar.

Jangan sampai masyarakat Indonesia akan menjadi penonton di negaranya sendiri terhadap negara lain yang meraup keuntungan besar di Indonesia.

“Mereka memiliki beberapa perusahaan besar di Indonesia. Secara perlahan mereka mulai menguasai Indonesia tanpa kita sadari. Jangan sampai hal ini terus berlanjut. Kita harus mewaspadai itu,” ungkap mantan Dandim Madiun ini .

Terkait kegiatan komuniasi  sosial tersebut, dia menuturkan merupakan salah satu bagian dalam rangka bela negara, karena ini merupakan bahaya laten. Dalam dialog tersebut, melibatkan tokoh masyarakat serta unsur pemuda.

Diharapkan mereka dapat terjun ke lingkungannya untuk memberitahukan tentang bahaya laten komunis serta mewaspadai penjajahan dari negara lain dalam bentuk yang berbeda, seperti investasi besar-besaran dan menguras kekayaan bangsa Indonesia.

“Generasi muda tetap dilibatkan supaya mereka faham. Kalau tidak bisa bersatu, maka masa-masa kelam penjajahan itu akan terulang lagi. Kegiatan ini akan terus dilakukan pertiga bulan, ” ungkapnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita terbaru