oleh

Ketua KNPI Maros: Penunjukan Karateker Bencana Bagi Dunia Kepemudaan

-BERITA, RAGAM-94 views

Penunjukan karateker Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Maros oleh pengurus KNPI Provinsi Sulawesi Selatan dibahas aktivis kepemudaan di Maros.

Para calon Ketua KNPI Maros dalam Musda 2017.

Bahkan di media sosial, Facebook, penunjukan karateker ini jadi bahan diskusi yang menarik perhatian, Selasa (6/11/2018).

Menanggapi hal itu, Ketua KNPI Maros terpilih hasil Musda XIV, Asri Said mengatakan, penujukan karateker itu merupakan bencana bagi dunia kepemudaan di Indonesia, karena proses demokrasi melalui Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Maros telah diabaikan oleh pengurus KNPI Sulsel.

“Ini ada bencana nasional bagi dunia kepemudaan, hasil suatu proses demokrasi diabaikan begitu saja dan sungguh sangat disayangkan karena pelakunya adalah KNPI Sulsel yang semestinya memberikan pembelajaran positif dalam berdemokrasi,” ujarnya, mengutip media.

Menurutnya, dari informasi yang diberikan oleh Pengurus KNPI Sulsel Koordinator Wilayah (Korwil) Maros, Andi Tenri Pada, ada beberapa alasan yang membuat KNPI Sulsel menunjuk karateker, diantaranya sudah setahun kepengurusan KNPI Maros tidak defenitif.

Selain itu formatur dinilai tidak akomodatif atas keterwakilan organisasi sehingga menghambat proses pengesahan pengurus yang seharusnya sudah mendapat Surat Keputusan (SK) dari KNPI Sulsel.

“Yah bagaimana pengurus mau defenitif kalau selalu diintervensi. Kami bukannya tidak mau mengakomodir semua kepentingan, tapi inilah demokrasi. Saya tidak mungkin mengganti pengurus yang bukan berdasar dari Musda, karena jelas itu pengkhianatan,” ungkapnya.

Ketua BKPRMI Maros ini menambahkan, pasca keputusan formatur yang tidak sesuai dengan keinginan segelintir kelompok, membuat pihaknya didesak oleh KNPI Sulsel untuk membuat rapat formatur ulang. Namun hal itu tidak dijalankan karena menurutnya akan mencederai hasil Musda.

“Kami bukannya tidak mau mengakomodir, tapi ini sudah melalui proses dan dinamika yang cukup panjang saat Musda. Seharusnya proses ini tidak kita khianati bersama dan harus kita hargai sebagai sebuah pendidikan demokrasi. Ini jelas akan menjadi preseden buruk bagi KNPI kedepan jika memang terjadi,” paparnya.

Diketahui, pada Musda XIV KNPI Maros yang berlangsung Oktober 2017 lalu, Asri Said mengungguli 5 calon ketua lainnya dalam dua putaran pemilihan. Putaran pertama, Asri Said unggul dengan perolehan 21 suara, disusul oleh Awaluddin dengan 19 suara.

Pada putaran kedua, Asri Said menambah pundi suaranya menjadi 39 suara, sementara Awaluddin tetap dengan 19 suara. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita terbaru