oleh

PDAM Maros Rugi Rp104 Juta karena Pemadaman Listrik

Pemadaman listrik oleh PLN menyebabkan warga Maros merasakan dua dampak secara bersamaan, yakni gelap dan distribusi air PDAM terhenti, Jumat (16/11/2018).

Lilin.

Pemadaman listrik dan terhentinya distribusi air dirasakan oleh sekitar 14.000 pelanggan PDAM yang tersebar di berbagai kecamatan di Maros.

Direktur PDAM Maros, Abdul Baddar menyampaikan, listrik padam dua hari berturut-turut, membuat PDAM rugi sekitar Rp 104 juta atau Rp 52 juta per hari.

Pemadaman listrik secara berturut-turut itu mengancam kerusakan pada IPA Bantimurung dan Tanralili.

“Listrik padam jelas berdampak pada distribusi air. Itu juga berdampak merugikan PDAM. Pemadaman sangat mengganggu Instalasi Instalasi Pengolahan Air di Bantimurung dan Tanralili,” ujarnya.

Sebagian besar warga Maros mengandalkan distribusi air dari bendungan Bantimurung dan Tanralili. Warga akan kesusahan mendapat air bersih selama pemadaman listrik berlangsung.

Untuk mengatasi masalah distribusi air bersih, PDAM tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, genset yang disiapkan PDAM di bendungan, juga bertegangan rendah.

Genset milik PDAM Maros hanya memiliki daya 80 kilovolt ampere (KVA). Mesin tersebut tidak mampu memompa air hingga terdistribusi dengan maksimal ke rumah warga.

“Kami hanya punya genset berkapasitas 80 KVA. Sementara kita butuh mesin berdaya 350 KVA. Makanya juga terjadi permasalahan distribusi air,” jelasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru