oleh

Abon Telur Gurih Produk UMKM Tanralili Maros Dipasarkan di Mall

Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Lingkungan Amarang Kelurahan Borong Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros, Salmiati sudah memasarkan produk abon telur di Grand Mall Maros.

Salmia dan abon telur produknya.

Produk Mia Abon tersebut bisa dipasarkan di mal karena telah mengantongi sertifikat halal. Abon telur ini bisa menjadi pilihan bagi warga yang sudah bosan mengkonsumsi olahan ikan maupun ayam.

Pemilik Mia Abon, Salmia memastikan pelanggan tidak akan kecewa jika mengkonsumsi produknya, pasalnya abon telur ini enak, gurih, tanpa bahan pengawet dan dijamin halal.

Sebelum merintis usahanya di tahun 2015 lalu, Salmia beberapa kali membuat abon, hingga rasanya berbeda dan enak. Setelah mendapatkan berbagai pengalaman, dia mulai membuat abon telur. Namun penjualan produksinya masih dalam lingkup keluarga, tetangga dan rekannya.

Dia juga memasarkan abonnya saat ada acara pengantin, akikah maupun kegiatan lainnya. Melalui pesanan lingkup keluarga dan acara, abonnya mulai dikenal

Meski sudah mulai terkenal di kampungnya, tapi upaya Salmia untuk memperkenalkan produk abonnya belum berakhir. Dia gencar melakukan penjualan produk disetiap hari pasar.

“Saya juga jual di pasar, tapi masih dalam kemasan biasa. Belum ada labelnya. Makanya, pemasarannya tidak terlalu maksimal. Hanya keluarga dan teman-teman yang biasa memesan,” ujarnya, melalui media, Jumat (23/11/2018).

Usaha Salmia mulai sukses setelah mengikuti pelatihan pembuatan produk UKM Dinas Koperasi dan UKM tingkat Kabupaten Maros dan provinsi Sulsel, awal tahun 2018.

Selain pelatihan, Salmia juga banyak menambah pengetahuan dari sesama pengusaha lainya. Dia meminta tips atau cara supaya usaha semakin sukses dan pemasaranya lebih meluas.

“Setelah mengikuti pelatihan tahun 2018, saya mulai mendapat pengetahuan. Teman juga bertambah. Di tempat pelatihan kami berbagi pengalaman kepada pengusaha yang telah memiliki label halal,” katanya.

Setelah mengetahui cara permohohan label halal, Salmia mulai melakukan pengurusan dan melampirkan berkas yang dibutuhkan. Namun, Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, memberikan sertifikat halal secara gratis ke produknya.

Hal tersebut merupakan hadiahnya selama latihan. Saat label halal rampung, dia memawarkan produknya untuk dipasarkan ke Grand Mall Maros. Saat itu, manajemen langsung menyetujuinya.

Pihak Grand Mall juga ingin memanfaatkan produk lokal Maros, untuk dikonsumsi maupun dijual. Setelah itu, di menyupalai abon ke Grand Mall. Produk ini dipasarkan di Backlove Bandara, Zazil Bakery, Land Antang dan beberapa reseller di Makassar.

Harganya terjangkau, satu pic dibanderol Rp 15 ribu atau sekilo dijual dengan harga Rp 75 ribu. Jika tidak mau membeli di mall, warga yang ingin mencoba produk Mia Abon bisa datang langsung ke rumah produksinya di Lingkungan Amarang. Bisa juga mnelalui nomor ponsel 082347746864 atau melalui aplikasi pesan WhatsApp.

Pemesanan via WA bisa meminta untuk diantarkan. Suami Salmia, Sangkala siap mengantar pesanan. Jika sang suami sibuk, tiga anaknya yakni, Suci Sugianti, Muh Yasin dan Salsabila, yang akan mengantar pesanan.

Hanya saja, untuk mengantar, Salmia tidak melayani pesanan jumlah sedikit atau sekira 10 bungkus. Pesanan baru akan dilayani jika berbanyak banyak atau atau untuk hajatan. Selain suami dan anaknya, untuk melancarkan produksi abon telur ini, Salmia dibantu oleh iparnya, Nurhayati dan Marwah.

Dalam dua bulan terakhir, Salmia berhasil memasarkan 600 bungkus abonnya. Setiap bulan 300 bungkus produk habis terjual atau setara dengan harga Rp 2,5 juta. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru