oleh

Petani Bontoramba Mandai Maros Tewas Tersambar Petir

Seorang petani di Kecamatan Mandai Kabupaten Maros tewas akibat tersambar petir di sawahnya, Rabu (5/12/2018). Peristiwa ini terjadi sekitar jam 15.20 Wita.

Ilustrasi petir di sawah.

Kejadian nahas itu menimpa Muh Subhan alias Dg Itung (40), warga Dusun Bontoramba Desa Bonto Matene, saat bersama anak dan istrinya serta seorang kerabatnya sedang beristirahat di gubuk sawahnya ketika hujan lebat mengguyur disertai petir.

Saksi mata, Ambo Upe (47), petani yang ikut berteduh di gubuk sawah tempat kejadian tersebut mengatakan, awalnya mereka bersama-sama mencabut benih padi setelah membajak sawah menggunakan traktor. Ketika hujan mulai deras, mereka belarian ke gubuk sawah yang biasa ditempati beristirahat.

Saat itu dia bersama korban, istri dan anak korban, Nurlinda (36) dan Rifky (13). Mereka berempat berteduh di gubuk sawah tersebut. Tidak lama kemudian, petir menyambar gubuk yang mereka tempati, sehingga mereka berempat terlempar secara bersama-sama.

Ambo Upe, Nurlinda dan Rifky dengan cepat bangkit, namun korban tergeletak dan tidak sadarkan diri.

Istri korban panik, berlarian mencari pertolongan warga dan berteriak di tengah persawahan hingga ke perkampungan. Hingga akhirnya ikut tidak sadarkan diri. Warga sekitar yang mendengar teriakan itu mulai berlarian ke persawahan memberikan pertolongan.

Sayangnya, pada saat warga tiba di lokasi kejadian, korban sudah tidak bernyawa lagi. Warga pun membawa jenazah korban ke rumah duka, yang berjarak sekitar 4 kilometer.

Sementara kerabat korban, Hamzan menyampaikan, kondisi istri korban pasca kejadian masih lemas dan sementara ditenangkan pihak keluarga. Pihak Kepolisian tiba dilokasi kejadian sekitar jam 16.00 Wita, setelah mendapat laporan kejadian dari masyarakat. (*)

Keterangan Gambar : Jenazah korban tersambar petir di Maros digotong warga menuju kediamannya.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru