oleh

Warga Maros Diberi Pemahaman Aturan Pajak Kendaraan

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan melalui Unit Pelaksana Tehnis Pendapatan (UPTP) Wilayah Maros atau Samsat Maros terus menggencarkan sosialisasi Peraturan Gubernur Sulsel tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dalam Wilayah Sulsel.

Sosialisasi pajak kendaraan di Maros.

Sosialisasi ini diikuti seratus orang dari unsur pemerintah, dealer kendaraan, unsur pemerintah, perusahaan finance, tokoh pemuda, LSM, serta organisasi masyarakat umum dan dilaksanakan di Hotel Grand Town Mandai Maros, Kamis kemarin.

Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bapenda Sulsel, Darmayani Mansyur hadir sebagai pemateri mengenai dasar pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) disesuaikan dengan jumlah kepemilikan kendaraan wajib pajak.

“Untuk kepemilikan kendaraan bermotor pertama sebesar 1,5 persen, kepemilikan kendaraan bermotor kedua sebesar 2,5 persen, kendaraan ketiga sebesar 3,5 persen, kendaraan keempat sebesar 4,5 persen, kepemilikan kelima dan seterusnya sebesar 5,5 persen,” ujarnya, Jumat (14/12/2018).

Sementara itu, Pamin III Samsat Maros, yang diwakili oleh Bagian Arsip Samsat Maros, Bripka Sukardi mengatakan, banyaknya kendaraan yang terlambat membayar pajak, sehingga pemerintah pusat melakukan uji coba pemblokiran STNK data kendaraan yang menungga pajak selama dua tahun secara berturut turut.

Pemblokiran data kendaraan baru dapat dibuka jika pemilik kendaraan telah melunasi tunggakan kendaan selama dua tahun yang tertunggak. Kendaraan yang diblokir Samsat karena tidak membayar pajak selama dua tahun berturut-turut saat ini sedang uji coba diberlakukan di wilayah Polda Metrojaya.

Namun tidak tertutup kemungkinan sistim pemblokiran data kendaraan juga akan berlaku di Sulsel. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru