oleh

Komisioner KPU Maros Jelaskan Tentang Pemilih Gangguan Jiwa

KPU Kabupaten Maros menjelaskan tentang aturan pendataan pemilih dari kalangan orang dengan gangguan jiwa. Menurut KPU Maros, yang dimaksud dalam aturan tersebut, bukan orang gila yang berkeliaran di jalan.

Ilustrasi orang gila.

Dalam aturan tersebut, yang dimaksud adalah warga yang memiliki keterbelakangan mental, gangguan jiwa ringan atau stres, yang saat Pemilu masih bisa menggunakan hak pilihnya.

Hal itu disampikan oleh Komisioner KPU Maros, Umar dan Melani, saat menjawab pertanyaan peserta sosialisasi Pemilu 2019 berbasis perempuan, yang digelar di aula kantor Kelurahan Soreang Lau Maros, Kamis lalu.

“Selain itu, dalam sosialisasi tersebut, dijelaskan tentang lima jenis surat suara dalam Pemilu 2019 dan aturan dalam pemilu,” ujar Umar, Sabtu (22/12/2018).

Dalam sosialisasi itu, Komisioner KPU Maros juga mengingatkan warga untuk datang ke TPS pada Rabu 17 April 2018 dengan memilih calon yang berkualitas. Bukan memilih karena diiming-imingi sesuatu, juga tidak memilih karena diberi sesuatu. Demi terwujudnya hasil Pemilu yang berkualitas untuk kemajuan negara RI dan kedaulatan rakyat.

Sosialisasi ini dihadiri Lurah Soreang, Arham Rizkiawan, Seklur Soreang, Ilham Halimsyah, Ketua PPS Soreang, Indra Yudistira, Panwas Soreang, Rusman, Ketua Karang Taruna Soreang, Syawir, para Ketua RW dan RT, juga PPK Lau dan PPS se Lau.

Sosialisasi diikuti tidak kurang dari 50 orang warga, yang terdiri dari ibu rumah tangga, kelompok remaja putri, kader PKK dan Posyandu. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru