oleh

Perkawinan Usia Anak Masih Terjadi di Maros

-BERITA, SOSIAL-151 views

Kasus perkawinan anak masih terjadi di Maros, baik di pedesaan maupun di perkotaan. Hal itu menurut Data Susenas tahun 2012.

Peserta FGD perkawinan usia anak di Maros.

Sementara hasil survei menujukkan, bahwa masyarakat mengetahui adanya praktek perkawinan anak di wilayah mereka. Mereka menyebut korban perkawinan anak adalah perempuan. Sementara penyebab terjadinya perkawinan anak karena faktor ekonomi.

Hal itu terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) untuk tokoh kunci terkait perkawinan usia anak yang digelar Pemkab Maros bersama Institut of Comunity Justice (ICJ) Makassar dan Koalisi Pencegahan Perkawinan Anak atas dukungan Australia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ2).

Kepala Dinas PPPA Maros, Muh Idrus mengatakan, FGD digelar Senin kemarin dan dihadiri berbagai unsur dari lintas sektor. Pertemuan ini dilakukan untuk memperkuat upaya mencegah perkawinan anak.

“Upaya pencegahan pernikahan anak di Kabupaten Maros tentu saja membutuhkan dukungan dari semua pihak, utamanya unsur yang mengikuti FGD ini,” ujarnya, Selasa (8/1/2019).

Hal yang menggembirakan bahwa Kabupaten Maros menjadi daerah yang mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak. Selain itu, Maros memiliki sejumlah aturan terkait perlindungan anak serta kelembagaan perlindungan anak sudah berjalan dengan baik.

Sedangkan Ketua DPRD Maros, H.A.S Chadir Syam mengatakan, pihaknya telah melahirkan Perda Nomor 8 Tahun 2017 tentang Kabupaten Layak Anak sebagai Perda Inisiatif dan sementara mengajukan Raperda Sistem Perlindungan Anak sebagai Perda Inisiatif tahun 2019.

Selanjutnya, unsur terkait bertemu dengan Wakil Bupati Maros, H.A Harmil Mattotorang untuk menyampaikan hasil riset dan FGD ini. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru