oleh

Pemotor Jadi Korban Lubang Jalan Poros Maros

Kecelakaan lalulintas berujung maut terjadi di jalan poros Maros-Pangkep, tepatnya di Dusun Tanringmata Desa Bonto Marannu Kecamatan Lau Kabupaten Maros, Senin malam.

Polisi saat mendata korban kecelakaan.

Kecelakaan tunggal tersebut mengakibatkan pengendara motor atau pemotor, Khaerul Rahmat (19 tahun) meninggal dunia.

Korban merupakan warga Lingkungan Kalakkang Kelurahan Lakkang Kecamatan Tallo Kota Makassar.

Kanit Laka Polres Maros, Ipda Muh Arsyad menjelaskan kecelakaan tersebut berawal saat Khaerul Rahmat berboncengan dengan rekannya, Muh Yusuf Affandi (19 tahun).

Saat itu korban melaju dari arah Pangkep menuju Makassar mengendarai motor Honda Beat berpelat DD 4270 KG, saat tiba di lokasi kejadian, korban tidak mampu menguasai motornya.

“Saat tiba di lokasi kejadian, korban menikung ke kiri. Namun saat itu, ban motor menginjak jalan yang berlubang. Motor lalu oleng,” ujarnya, Selasa (5/3/2019).

Hal itu membuat korban tidak mampu menguasai kendaraanya dan jatuh ke aspal. Motor bersama dengan pengendara dan boncengan jatuh ke kanan.

Akibatnya, Khaerul Rahmat mengalami luka robek pada kepala, dahi sebelah kiri dan kanan dan memar pada kening.

“Dia sempat dilarikan ke Puskesmas Lau untuk menjalani perawatan medis. Namun tim medis menyatakan korban meninggal dunia. Mayatnya kemudian bawa ke RSUD Salewangang Maros,” jelasnya.

Sementara Muh Yusuf Afandi mengalami luka lecet pada pipi kiri, bahu, leher, robek pada dagu. Korban mendapatkan perawatan di RSUD Salewangang Maros.

Motor korban mengalami kerusakan pada kap dan pecah pada spakbor depan. Barang bukti telah diamankan di Mapolres Maros.

Khaerul meninggal dunia, karena berkecepatan tinggi saat mengendara. Sementara, sejumlah lubang mengaga berada di badan jalan.

“Saat kejadian, korban bergerak cepat. Sehingga tidak bisa menguasai kendaraannya pada saat kejadian,” tamhahnya.

Karena itu, pihaknya mengimbau warga supaya berhati-hati saat melintas di Maros, khususnya malam hari. Jangan sampai, kerusakan jalan kembali menelan korban jiwa.

Selain itu, dia juga mengimbau para pekerja jalan, supaya bisa memberikan tanda atau rambu di lokasi rawan kecelakaan. Para pekerja tidak memasang rambu. Hal itu membuat pengendara tidak memperhatikan kerusakan jalan yang ada di depannya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru