oleh

Warga Miskin di Tekolabbua Maros Tidak Dapat Bantuan

-BERITA, SOSIAL-834 views

Warga miskin di Dusun Tekolabbua Desa Borimasunggu Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros, Halisatang (42 tahun) mengaku tidak pernah mendapat bantuan.

Halisatang dan Latif, warga miskin di Tekolabbua Maros.

Padahal kondisinya yang menderita kebutaan, hidup memprihatinkan. Dia hanya tinggal bersama kakak kandungnya, Latif (63 tahun) di rumah reot.

Selama ini, Halisatang hanya mengandalkan penghasilan Latif yang berprofesi sebagai nelayan, Kadang Latif tidak melaut karena cuaca ekstrem, kadang juga jaringnya tidak menangkap ikan.

“Jangankan bantuan untuk perbaikan rumah, beras miskin pun kami tidak pernah dapat. Padahal kami pernah dapat bantuan tahun 2004,” ujarnya, kepada media, Selasa (19/3/2019).

Sementara itu, Kepala Desa Borimasunggu, Syamsu Rijal mengatakan, Halisatang tidak mendapat bantuan sejak beras miskin menjadi rastra, tahun 2018 lalu. Sebelum rastra, Halisatang termasuk penerima bantuan.

“Sejak bergantinya raskin ke rastra tahun 2018 dan selanjutnya ke bantuan pangan non tunai, nama Halisatang tidak muncul lagi dari pusat. Makanya tidak pernah dapat bantuan,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, sebelumnya Halisatang telah mendapat bantuan bedah rumah, mustahik, banjir dan raskin. Karena itu, Rijal membantah keterangan Halisatang, yang mengaku tidak pernah mendapat bantuan.

Saat banjir, Januari lalu, Halisatang mendapat bantuan dari swasta. Sementara bantuan lain, dialihkan ke warga lain.

“Saat itu, bantuan banjir terdiri dari dua jenis. Ada yang dari pemerintah dan perseorangan atau perusahaan. Kebetulan Halisatang dapat bantuan perusahaan. Makanya bantuan lain kami alokasikan di Dusun sebelahnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Halisatang juga mendapat bantuan sebesar Rp 300 ribu, pada bulan Ramadan. Untuk pengobatan mata Halisatang, Rijal sudah berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas.

“Memang untuk saat ini, belum ada bantuan. Terus saya baru sebulan lebih menjabat. Sebenarnya kami juga pernah mau mengikutkan kakak Halisatang, Daeng Latif untuk ikut jika ada pekerjaan pembangunan di desa. Tapi dia menolak,” katanya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru