oleh

Perpustakaan Maros Juga Tempat Belajar dan Berkegiatan

-BERITA, RAGAM-19 views

Pemkab Maros menggelar kegiatan Stakeholder Meeting Kabupaten Maros Tranformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, yang berlangsung di Ruang Rapat lantai 2 kantor Bupati Maros, Selasa (6/8/2019).

Pertemuan ini dihadiri 40 orang, terdiri enam kepala desa penerima manfaat, wakil dari komunitas dan penggiat literasi, pengelola perpustakaan desa, beberapa dinas terkait dan Tim Penggerak PKK Maros.

Dalam pertemuan ini, Wakil Bupati Maros, Andi Harmil Mattotorang menyampaikan apresiasi kepada segenap jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Maros atas capaian dan berbagai upaya yang telah dilakukan dalam peningkatan minat baca masyarakat.

Sementara, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Maros, Muh Alwi mengatakan, transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial diwujudkan dengan adanya Instruksi Bupati Maros kepada seluruh kepala desa untuk mengembangkan dan mengelola perpustakaan desa atau taman baca melalui anggaran desa.

Serta menjadikan perpustakaan desa sebagai pusat belajar masyarakat yang terbuka dan inklusif.

Selama satu tahun ini Kabupaten Maros mendapat kepercayaan dari Perpustakaan Nasional RI untuk melaksanakan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial pada enam desa, sebagai inovasi untuk menjadikan perpustakaan desa sebagai pusat belajar dan berkegiatan yang berkelanjutan.

“Keenam desa tersebut, yakni Desa Pajukukang, Desa Labuaja, Desa Bori Kamase, Desa Bonto Tallasa, Desa Allatengae dan Desa Baruga,” ucapnya.

Transformasi perpustakaan di desa dimulai dengan upaya merubah paradigma yang melekat di benak masyarakat selama ini bahwa perpusatakaan sekadar layanan peminjaman dan pengembalian kolaksi buku, tapi kini perpustakaan telah bertransformasi menjadi pusat informasi serta tempat belajar dan
berkegiatan.

Melalui program trasformasi tersebut, perpustakaan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai wadah berkegiatan untuk pengembangan potensinya yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Diantaranya melalui pelatihan komputer dan internet, pelatihan kerajinan tangan, dan lain-lain. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru