oleh

Sebanyak 48 Kebakaran Terjadi di Maros Akibat Kemarau

Sebanyak 48 kasus kebakaran terjadi di Kabupaten Maros, sepanjang Agustus 2019. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Maros, MJ Roem.

Kebakaran hutan dan lahan di Maros
Kabid Damkar Maros, MJ Roem.

Dia mengatakan, pihaknya telah menangani puluhan titik kebakaran lahan selama musim kemarau ini.

“Selama Agustus saja, kami sudah tangani 48 titik kebakaran lahan. Lokasinya berbeda, dengan kondisi medan yang berbeda pula,” ujarnya, Senin (2/8/2019).

Dia menambahkan, dugaan penyebab kebakaran lahan di antaranya karena pengaruh musim kemarau. Hampir tiga bulan terakhir, sejumlah wilayah di Maros memang mengalami kemarau.

“Dedaunan atau pohon di hutan itu mulai mengering, yang bisa saja ketika terjadi gesekan, memantik kebakaran lahan. Jadi pengaruh iklim yang cukup panas ini memang rawan menyebabkan kebakaran,” ujarnya.

Dia mencontohkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kecamatan Tanralili Maros, beberapa hari terakhir. Kuat dugaan, api cepat membesar gegara dipengaruhi iklim yang cukup panas.

“Data kami ada puluhan hektar yang terbakar di Tanralili, dengan sebaran hingga 3 km. Tetapi syukur, sekarang sudah bisa diatasi,” jelasnya.

Dia berharap, partisipasi warga dalam mencegah terjadinya kebakaran lahan, utamanya selama kemarau.

“Kami imbau warga jangan membakar lahan, serta jangan pula membiasakan menumpuk sampah lalu dibakar,” tutupnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru