oleh

Baznas Luncurkan Program Pembiayaan Usaha Bagi Warga Kurang Mampu di Maros

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Maros meluncurkan program terbaru dari Baznas pusat.

Baznas Microfinance
Peluncuran Baznas Microfinance di Maros.

Program yang diberi nama Baznas Microfinance merupakan sebuah lembaga keuangan mikro non profit untuk para pengusaha mikro dari kalangan warga kurang mampu.

Anggota Baznas RI, Bana Mintarti menjelaskan, sebagaimana pilar zakat adalah salah satunya mengentaskan kemiskinan, maka melalui program ini dapat mengentaskan kemiskinan masyarakat, dengan cara memberikan bantuan berupa modal bagi pelaku usaha kecil menengah.

“Yang paling utama adalah sebagai penggerak, karena untuk membantu pengentasan kemiskinan, harus ada yang dicapai. Makanya melalui program ini kami berharap itu nisa tercapai,” jelasnya.

Karena ini merupakan program baru yang diterapkan di Kabupaten Maros, bahkan di Sulawesi Selatan, maka program ini diharapkan bisa berjalan dengan maksimal.

“Sehingga tidak ada kejadian yang memalukan, yakni penyelewengan dana zakat. Karena yang kita kelola ini adalah uang zakat dan milik umat. Saya berharap di Sulsel, pengelolaan zakat bisa lebih transparan,” ujarnya.

Dia juga menuturkan, Baznas Microfinance akan membuka akses pembiayaan kepada para pelaku usaha mikro, memberikan pelayanan pengembangan usaha serta dukungan peningkatan kapasitas usaha melalui pelatihan, workshop dan kegiatan lain yang sejenis.

Lembaga ini sangat diperlukan untuk memerangi rentenir yang telah menjerat para pengusaha mikro. Karena kebutuhan modal mendesak dan kurangnya akses para pengusaha mikro kepada penyedia modal yang layak.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Maros, Andi Said Patombongi menjelaskan, program ini diharapkan menjadi perpanjangan pengurus Baznas untuk pemenuhan kebutuhan usaha mikro. Dalam pemberian modal usaha untuk mikro ini, Baznas menyediakan anggaran sebesar Rp1 miliar.

“Microfinance ini merupakan program pemberdayaan dan tumbuh kembangnya usaha masyarakat kurang mampu. Tentu kami berharap, setelah mendapatkan bantuan, paling tidak mereka bisa mandiri dan tidak lagi meminta-minta. Semoga adanya program ini mampu mengenteskan kemiskinan yang ada di Kabupaten Maros,” ujar Andi Said Patombongi, yang akrab disapa Ustaz Andis. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru