oleh

Survei Pilkada Maros 2020: Chaidir Syam dan Suhartina Bohari Posisi Teratas

Lembaga Script Survei Indonesia (SSI) merilis hasil survei elektabilitas bakal calon Bupati Maros periode 2021-2026.

Chaidir Syam dan Suhartina Bohari
Chaidir Syam dan Suhartina Bohari.

Berdasarkan hasil survei, tingkat keterpilihan tertinggi masih dipegang kalangan politisi dan birokrasi di Maros.

Dalam survei SSI yang dilaksanakan periode 16-23 Agustus ini mengambil sampel 410 orang yang dipilih secara acak dengan metode Multistage Random Sampling, yang tersebar di seluruh kecamatan di Maros secara proporsional.

Berdasarkan hasil survei tersebut, politisi PAN yang juga anggota DPRD Maros terpilih, AS Chaidir Syam menempati peringkat pertama dengan angka elektabilitas, 19,76 persen.

Disusul adik ipar Bupati Maros, Hatta Rahman, Suhartina Bohari dengan angka elektabilitas 13,66 persen.

Di posisi tiga dan empat, bersaing ketat antara Wakil Bupati Maros, Andi Harmil Mattotorang di angka 12,44 persen dan putra mantan Bupati Maros, Nadjamuddin Aminullah, Andi Ilham Nadjamuddin di angka 10,24 persen.

Survei SSI ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin 4,8 persen.

Direktur Eksekutif SSI, Yuhardin menyebutkan, terdapat 25 nama dari 29 nama bakal calon yang disurvei, dengan tingkat keterpilihan masih dipegang kalangan politisi PAN, birokrat, dan kerabat Bupati Maros.

“Dua periode PAN berhasil mendudukkan Hatta Rahman sebagai Bupati Maros. Ini jelas menjadi penilaian masyarakat Maros untuk kembali memilih Kader PAN untuk menduduki jabatan bupati ke depan. Masyarakat menilai berdasarkan tingkat kepuasan masyarakat di atas 90 persen,” ujarnya, melalui rilis media, Sabtu (7/9/2019).

Selain keempat nama di posisi teratas, juga terdapat nama istri Hatta Rahman, Suraida Hatta dengan angka keterpilihan 3,17 persen.

Sejumlah figur muda juga ikut terjaring dalam survei SSI, seperti Nurhasan dengan angka 2,68 persen, Wawan Mattaliu dan Ramli Rahim dengan angka keterpilihan 2,20 persen.

Yuhardin menambahkan, para bakal calon Bupati Maros masih memiliki waktu sekitar 11 bulan, sebelum hari pemungutan suara, untuk berupaya meningkatkan elektabilitasnya, misalnya dengan menawarkan program-program yang diinginkan warga Maros.

“Hasil survei masih 54 persen yang mengenali calon-calonnya, kandidat harus lebih rajin lagi bersosialisasi, dengan memasang alat peraga dan bertemu langsung dengan masyarakat,” jelasnya.

Beberapa waktu lalu, Chaidir Syam dan Suhartina Bohari telah membangun komunikasi politik ke beberapa bakal calon bupati yang disebut-sebut siap bertarung di Pilkada Maros.

Bahkan keduanya pun sempat beberapa kali bertemu, walaupun hanya dikemas dalam bentuk silaturrahim, seperti yang mereka lakukan usai lebaran Idul Fitri yang lalu. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru