oleh

Target Maros Bebas Kawasan Kumuh Bisa Tercapai

-BERITA, RAGAM-33 views

Target Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros untuk bebas dari kawasan kumuh bisa tercapai.

Maros bebas kawasan kumuh
Workshop Program Kota Tanpa Kumuh atau “Kotaku”.

Melalui SK Penetapan Bupati Maros pada 2014, Pemkab Maros mengaku telah melakukan penanganan kumuh dan menargetkan bebas kumuh di tahun 2019 ini.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Maros, HA Harmil Mattotorang dalam workshop Program Kota Tanpa Kumuh atau “Kotaku” yang dilaksanakan di Maros, kemarin.

Dalam kegiatan tersebut, dia hadir bersama Wakil Ketua DPRD Maros, H.A.S Chaidir Syam.

“Program ‘Kotaku’ bertujuan untuk mendukung pencapaian target Rancangan Program Jangka Menengah Nasional atau RJMPN, yakni mengurangi kawasan kumuh hingga nol persen. Maros siap untuk itu. Berdasarkan luasan kumuh yang tertuang dalam SK Penetapan Bupati Maros, Pemkab Maros telah melakukan penanganan kumuh yang ada di Kecamatan Turikale dan Maros Baru,” ujar HA Harmil Mattotorang, Kamis (10/10/2019).

Dia menyampaikan, untuk Kecamatan Turikale ada sekitar 4,21 hektar area kumuh, di antaranya di Kelurahan Turilkale Lingkungan Solojirang, Kassi Polong dan Kelurahan Alliritengae.

Sementara di Kecamatan Maros Baru, kawasan kumuh seluas 1,53 hektar area yang berada di Kelurahan Baju Bodoa.

“Penanganan kumuh di Maros ini kami laksanakan berkolaborasi bersama Kotaku, sehingga kawasan kumuh di Maros menjadi nol persen di tahun 2019,” jelasnya.

Meski demikian, penanganan kumuh yang dilakukan pemerintah tidak akan berhenti sampai di sini, namun akan dilakukan secara terus menerus berkesibambungan, mengingat pembangunan juga terus terjadi Maros.

Sementara itu, Fasilitator Kotaku di Maros, Ansar menyampaikan, meskipun tahun 2019 ini Kabupaten Maros telah terbebas dari kawasan kumuh, namun dengan banyaknya pembangunan di Kabupaten Maros, maka dipastikan tahun 2020 mendatang Kabupaten Maros masih belum terbebas dari kawasan kumuh.

“Setelah kami melakukan kajian, ternyata Maros berdasarkan analisa tahun 2020 mendatang masih ada kawasan kumuh. Diperkirakan luasnya mencapai 101,30 hektar. Luasan ini tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Mandai, Turikale, Maros Baru dan Lau,” jelasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru