oleh

Maros Budidaya Bawang Merah Tanpa Pestisida

-BERITA, RAGAM-333 views

Baru sekitar 3 bulan setelah berdiri, Yayasan Mandai Agro Semesta atau Yayasan Maros, sudah melakukan panen bawang merah organik, tanpa pestisida.

Bawang merah organik
Bawang merah organik, tanpa pestisida dari Yayasan Maros.

Untuk diketahui, Yayasan Maros saat ini mengkonsentrasikan diri dalam bidang pendidikan, pelatihan dan pendampingan bidang pertanian, perkebunan, perikanan serta pendidikan bagi kaum milenial.

Bawang merah ini ditanam di lahan sekitar 1 hektare di kawasan Maccopa di Kelurahan Bontoa Kecamatan Mandai Kabupaten Maros.

Naja, pengelola kebun organik Yayasan Maros mengatakan, ini adalah kegiatan perdana dalam gerakan organik. Panen perdana bawang merah organik ini menghasilkan sekira 200 kilogram,

“Ini bebas pestisida dan pupuk kimia. Sementara dijual dengan harga Rp30 ribu per kilogram,” ujarnya, Selasa (4/11/2019).

Mantan Manajer Koperasi Mahasiswa Unhas itu menambahkan, ke depannya pihaknya akan menggelar berbagai workshop tentang pertanian, perikanan dan perkebunan organik untuk generasi muda atau kaum milenial.

Ketua Yayasan Maros, Syafaruddin Ahmad mengemukakan, selain aktivitas ini, Yayasan Maros juga akan menggelar wisata edukasi bidang pertanian.

“Kami akan kerjasama dengan Dinas Pendidikan, baik Provinsi Sulsel maupun kabupaten dan kota untuk mengedukasi anak-anak kita mengenal pertanian dari hulu sampai hilir.

Alumni Unhas Jurusan Komunikasi ini mengemukakan, bahwa di kawasan inilah akan membangun kemitraan dengan sekolah dan pemerintah desa se Sulawesi Selatan.

“Kami akan menggandeng seluruh instansi pemerintah, menjalankan visi dan misi Yayasan Maros. Kami mengajak semua pihak yang berorientasi ke pangan non-kimia serta mengedukasi generasi milenial, untuk membangun masa depan untuk tetap ramah lingkungan,” ungkap pengurus KAHMI Maros itu.

Sementara itu, Tenaga Ahli Yayasan Maros, Agus Susianto mengatakan, pihaknya dapat memberikan pelatihan bagi anak sekolah, dari TK sampai SMA, komunitas dan masyarakat umum.

“Kita bisa memberikan pelatihan, mulai dari membuat pupuk organik, mengatasi berkembangnya hama tanpa pestisida maupun membuat tanaman-tanaman alternatif seperti aqua culture, verti culture termasuk hidroponik dan lain-lain,” ungkapnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru