oleh

Pengembangan Pariwisata Maros Jadi Sasaran Belajar DPRD Jeneponto

Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jeneponto melakukan kunjungan kerja (kunker) ke kantor DPRD Maros dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Maros.

Berita Maros
DPRD Maros saat menerima kunjungan DPRD Jeneponto.

Kunker itu dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Jeneponto, Kaharuddin, Senin (18/11/2019).

Kedatangan rombongan DPRD Jeneponto yang berjumlah sekitar 20 orang tersebut diterima oleh Wakil Ketua DPRD Maros, AS Chaidir Syam.

Kaharuddin menjelaskan, kunker yang dilaksanakan mereka ini ada kaitannya dengan pengembangan destinasi pariwisata di daerahnya.

Di Jeneponto ada air terjun Bossolo yang memiliki potensi cukup besar jika dikelola dengan baik. Namun saat ini, masih sementara dikelola oleh pemerintah desa.

“Kita ingin koordinasi pengelolaan pariwisata di Maros. Apalagi letak geografis air terjun tersebut hampir sama dengan kawasan wisata alam Bantimurung. Makanya kami bercermin ke Bantimurung, baik itu pengelolaan kawasan wisatanya, pengaturan APBD-nya,” jelasnya.

Dia menuturkan, selain belajar masalah Bantimurung, pihaknya juga melakukan kunjungan ke lokasi pariwisata andalan Maros, yakni Rammang Rammang, Leang Leang dan Bantimurung.

“Setelah berkunjung ke sini, harus kami akui jika Maros memang sudah berbenah dan semakin menarik untuk dikunjungi. Nantinya, setelah air terjun Bossolo sudah dihibahkan ke Pemda, maka kita akan melakukan pembenahan di beberapa tempat membuatnyaa layak untuk dikunjungi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Jeneponto, Elly Isriani Arief menuturkan, pihaknya ingin pengelolaan wisata di Jeneponto menyamai Maros.

Apalagi potensi pariwisata di Jeneponto cukup baik, khususnya air terjun Bossolo yang dalam waltu dekat ini akan diserahkan ke Pemda.

“Kami melihat di Bantimurung dan Rammang Rammang cukup bagus dalam pengelolaannya. Termasuk melibatkan warga dalam peningkatan ekonomi kreatif mereka. Inilah yang kami pelajari, untuk kami terapkan di Jeneponto. Karena setelah air terjun Bossolo dihibahkan ke Pemda, maka akan kami lakukan pembenahan, dengan tetap memberikan peluang untuk warga sekitar,” jelasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru