oleh

Museum Daerah Maros Gencarkan Sosialisasi ke Sekolah

Museum Daerah Maros menggencarkan sosialisasi museum daerah Maros. Kali ini mendatangi sekolah dengan program “Museum Masuk Sekolah”.

Museum Maros
Tim Museum Daerah Maros saat kunjungan di sekolah.

Ada 6 sekolah yang dijadikan sasaran kunjungan, yakni SMAN 1 di Turikale, SMAN 12 di Cenrana, SMAN 6 di Bontoa, SMPN 4 di Bantimurung, SMPN 18 di Lau dan SMPN 3 di Camba.

Tim Musem Daerah mengajak siswa dan masyarakat umum mengunjungi Museum Daerah Maros yang mulai dibuka tahun 2016 itu.

Dalam kunjungan ke sekolah ini juga dipaparkan koleksi museum daerah , sejarah museum, dan kekayaan arkeologi Kabupaten Maros, yang merupakan kekayaan tak ternilai.

Antara lain lukisan tertua di dunia yang sudah berumur 39.000 tahun, temuan rangka manusia di Leang Jarie dan Leang Petta Kere.

Kepala Museum Daerah Maros, Burhan Jaya mengatakan gerakan Museum Masuk Sekolah ini adalah upaya Pengelola Museum untuk mengajak siswa mengunjungi museum.

“Diharapkan gerakan ini akan berpengaruh naiknya kunjungan ke museum daerah,” katanya, Rabu (20/11/2019).

Dalam gerakan Museum Masuk Sekolah ini pihak pengelola menggandeng Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Maros dan pelaku budaya untuk membawakan materi antara lain, Dr Ramli, Dr Muh Nur, Lory Hendra Jaya dan Bakri Hamdan .

Gerakan ini akan berlangsung tiga hari mulai 19-21 November 2019.

Selain Gerakan Museum masuk sekolah, juga digelar beberapa kegiatan kreatif, yakni lomba foto cagar budaya koleksi museum untuk siswa SMP dan SMA. Kontes benda bersejarah dan pameran badik dan bilah pusaka. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru