oleh

Pelajar Warga Tanralili Tewas Tenggelam di Sungai Pucak Maros

-BERITA, PERISTIWA-1.411 views

Seorang pelajar tewas tenggelam di Sungai Pucak Tompobulu Maros, Sabtu (28/12/2019) siang.

Pelajar tewas tenggelam
Keluarga pelajar yang tewas tenggelam di Sungai Pucak Tompobulu Maros.

Pelajar itu, Ahadi Darmawan (17 tahun),  siswa Kelas 2 SMA Negeri 22 Makassar, tewas tenggelam saat hendak menyeberangi Sungai Pucak.

Saat menyeberang, dia bersama rekannya, Ammar (16) dan Mardi (37).

Kapolsek Tompobulu, Iptu Syaharuddin, mengatakan pihaknya langsung menuju lokasi kejadian, pasca mendapat laporan warga.

Termasuk berkoordinasi dengan Kades Pucak, Abdul Razak, untuk melakukan pencarian.

Setelah kurang lebih sejam dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

“Selanjutnya kami bawa ke RSUD Salewangang Maros, sambil menghubungi keluarganya,” ujarnya.

Jenazah korban dibawa ke RSUD Salewangang Maros menggunakan mobil patroli milik Polsek Tompobulu.

Saksi mata yang juga rekan korban, Ammar mengatakan awalnya mereka hendak mengunjungi air terjun yang ada di Pucak.

Untuk sampai di air terjun tersebut, harus menyeberangi Sungai Pucak. Namun saat hendak menyeberang, jembatan gantung di sungai tersebut dalam kondisi rusak.

“Kami bertiga turun ke sungai untuk menyebarang. Tetapi tiba-tiba Ahadi terpeleset, dan jatuh terseret arus sungai,” ungkapnya.

Sebelum terjatuh, Ahadi sempat memegang tangan Ammar. Arus sungai yang deras, membuat tangan Ahadi terlepas dari Ammar, dan terseret arus sungai. Sedangkan Ammar, berhasil diselamatkan oleh Mardi.

“Ahadi dan saya sama-sama tidak tahu berenang. Saat kejadian, arus sungai juga deras,” jelasnya.

Ditambahkannya, dia bersama Mardi pun segera meminta pertolongan warga.

Sementara itu, kedua orang tua korban, Daeng Kebo dan Daeng Rala, menjemput jasad anaknya di kamar jenazah RSUD Salewangang Maros.

Ibu korban, Daeng Kebo histeris saat melihat putranya sudah terbujur kaku di kamar mayat RSUD Salewangang Maros.

Ibu tujuh anak itu, bahkan sempat tersungkur tak sadarkan diri, setelah melihat jenazah putranya.

Menurut ibunya, korban, Ahadi Darmawan merupakan anak yang baik. Dia tidak menyangka akan pergi secepat ini.  Ahadi anaknya rajin, tidak pernah menyusahkan orang tua dan rajin beribadah.

“Tadi siang sebelum keluar rumah, anak saya minta izin untuk belajar mengemudi mobil bersama temannya. Saya kaget saat dapat info, Ahadi ditemukan di Pucak,” ujarnya.

Pasalnya, anak kedua dari tujuh bersaudara itu, tidak pernah ke daerah Pucak. Saat meninggalkan rumah, Ahadi membawa mobil jenis matic. Namun saat berpapasan dengan ayahnya, dia mengganti mobilnya dengan jenis Terios.

Setelah dibersihkan, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Panasakkang Tanralili Maros. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru