oleh

Pengelolaan Zakat di Maros Diapresiasi Baznas RI

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Maros menggelar rapat kerja (Raker) terkait Penyusunan Program Kerja tahun 2020 di Hotel Grand Town Mandai Maros.

Baznas RI Apresiasi Pengelolaan Zakat di Maros
Baznas Maros raker untuk program 2020.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan Pelatihan Sistem Pengelolaan Zakat Nasional dan Implementasi di Daerah, digelar 30 dan 31 Desember.

Kepala Devisi Pengumpulan dan Ritel Baznas RI, Fitriansyah Agus Setiawan, yang hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan, kegiatan ini untuk menyamakan semangat kebangkitan zakat di Indonesia dengan rekan-rekan Baznas yang tersebar di provinsi hingga kabupaten dan kota.

“Berdasarkan data yang kami miliki, Kabupaten Maros daerah yang memiliki anggaran pendapatan belanja daerah yang kecil, namun semangat berzakat cukup tinggi,” ujarnya.

Hal ini dapat dilihat dari jumlah dana yang dihimpun Baznas Maros hingga penutup tahun 2019, yakni sebanyak Rp 3 milyar lebih.

Dia menambahkan, melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) keberadaan Baznas Maros diharapkan semakin kuat dan dikenal masyarakat.

“OPD dan PNS semakin menguatkan posisi Baznas Maros untuk terus berikhtiar memberikan layanan kepada masyarakat serta membantu orang-orang yang tidak berdaya atau musthaik untuk hidup lebih baik melalui program Baznas,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Baznas Kabupaten Maros, Said Pattombongi mengatakan, dana yang dihimpun Baznas Maros disalurkan kepada warga penerima zakat atau musthaik.

“Dana zakat, infak dan sedekah yang disalurkan ke Baznas Maros sudah disalurkan kepada ribuan musthaik. Termasuk untuk bantuan pendidikan,” ujarnya, Selasa (31/12/2019).

Menurutnya potensi zakat masyarakat Maros masih besar. Selain zakat dari PNS, juga diharapkan potensi zakat dari pertanian, perdagangan dan lainnya.

Saat ini Baznas Maros memiliki sejumlah program andalan, yakni Bidang Sosial yang meliputi Baznas Tanggap Bencana (BTB), Layanan Aktif Baznas (LAB), Rumah Sehat Baznas (RSB), Sekolah Cendikia Baznas (SCB) dan Lembaga Beasiswa Baznas (LBB).

Bidang Ekonomi, meliputi Zakat Community Development (ZCD), Lembaga Program Ekonomi Mustahik (LPEM) dan Baznas Microfinance (BMFI). Bidang Dakwah dan Advokasi yang meliputi Mualaf Center Baznas (MCB).

“Khusus untuk Baznas Microfinance Desa saat ini sudah ada 7 kelompok binaan yang berjumlah 46 orang. Satu kelompok 5-10 orang,” ujarnya.

Kelompok usaha ini tersebar di Kecamatan Turikale, Tompobulu, Mandai, Lau, Bontoa, Mandai dan Kecamatan Bantimurung. Dibantu modal kerja tunai dan investasi berupa peralatan untuk usaha mikro, seperti usaha bakso jamur, keripik pisang, ubi, kue tradisional dan madu hutan untuk dijadikan oleh-oleh. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru