oleh

Samsat Maros Lewati Target Pajak Kendaraan Berkat Korsupgah KPK

Pajak daerah yang dikelola oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan (Sulsel), termasuk Samsat Maros, telah mencapai target, bahkan surplus, hingga Senin 30 Desember pukul 12.00 Wita kemarin.

Samsat Maros
Layanan Samsat Keliling dari Samsat Maros.

KPK, Polda Sulsel, Jasa Raharja, Bank Sulselbar ikut berperan dalam pencapaian target ini.

Tahun 2019 ini, total target pajak daerah sebesar Rp 3,7 triliun lebih, naik Rp250 miliar lebih dari target tahun sebelumnya yang sebesar Rp 3,4 triliun lebih.

Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah terus karena wajib pajak masih terus berdatangan di sejumlah Samsat di Sulsel yang memberikan pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor hingga sore ini, sebelum pergantian tahun dari 2019 ke 2020.

Dari lima pajak daerah yang dikelola Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, ada empat jenis pajak yang dikelola Bapenda Sulsel, yaitu Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan Pajak Air Permukaan (PAP). Semuanya melewati target pajak.

Hanya pajak rokok yang tidak mencapai target. Pajak rokok merupakan pajak yang dipungut secara self assessment, pemungutannya dilakukan oleh Kementerian Keuangan bersamaan dengan pemungutan Cukai Rokok.

Kepala Bapenda Sulsel, Andi Sumardi Sulaiman, mengatakan, hingga Senin siang kemarin, Bapenda Sulsel sudah merealisasikan pajak kendaraan bermotor atau PKB sebesar Rp 1.387.973.788.000 dari target sebesar Rp 1.345.247.950.000 atau mencapai 103,18 persen.

Sementara BBNKB ditargetkan sebesar Rp 993.777.500.000 berhasil dicapai 1.008.643.542.000 atau mencapai 101 persen. PBBKB juga melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp 650.662.145.360 dicapai sebesar Rp 654.633.759.689 atau mencapai 101,50 persen.

Pajak Air Pemukaan juga surplus. Target sebesar Rp 92.219.000.000 berhasil dicapai 93.392.154.197 atau mencapai 101.27 persen. Adapun Pajak Rokok ditargetkan sebesar Rp 630.962.000.000 berhasil dicapai Rp 548.040.916.937 atau sebesar 86.86 persen.

“Setiap tahun begitu, pajak rokok triwulan empat hanya diterima untuk hasil pemungutan Oktober dan Nopember, sedangkan hasil pemungutan Desember akan kami terima pada April tahun depannya,” ujarnya, melalui keterangan tertulis, Selasa (31/12/2019).

Dia menambahkan, tercapainya target pajak ini berkat kerja keras semua unit pelaksana teknis pendapatan daerah di Sulsel di bawah supporting Tim Korsupgah KPK.

Tentu saja tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama yang sangat baik dari mitra Bapenda Sulsel, yakni pihak kepolisian, PT Bank Sulselbar dan Jasa Raharja.

Pencapaian target pajak daerah ini adalah target pajak APBD perubahan 2019 yang jumlahnya mengalami penambahan sekitar Rp250 miliar dari target pokok.

Dia menekankan, Tim Korsupgah KPK yang terlibat langsung dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan pajak daerah juga mempunyai andil yang besar dalam pencapaian target ini.

“Ini tidak lepas dari adanya supervisi langsung dari Korsupgah KPK yang dipimpin Pak Choki, Bu Linda dan Pak Eddy,” ujarnya.

Arahan dari Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman juga menjadi faktor utama dalam meningkatkan PAD Sulsel.

“Syukur Alhamdulillah target ini berhasil kami capai bahkan surplus berkat arahan dari Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel yang terus mendorong kami dalam memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat,” ujarnya.

Kabid PAD Bapenda Sulsel, Dharmayani Mansyur, menambahkan, untuk mencapai target ini, Bapenda Sulsel memberikan pelayanan ekstra sepanjang tahun. Ada beberapa jenis pelayanan yang tetap dibuka 7 hari dalam seminggu, seperti Samsat Drive Thru, Kedai Samsat, Samsat Keliling dan Gerai Samsat.

Bahkan Bapenda Sulsel memberikan pelayanan hingga malam hari di sejumlah tempat, seperti Samsat Cafe yang dibuka di warkop, cafe atau rumah makan.

“Kami bahkan menjemput bola ke rumah masyarakat untuk memudahkan mereka dalam membayar pajak kendaraan, dengan fasilitas Samsat Lorong, Samsat Care, dan Samsat Delivery,” katanya.

Sementara itu, khusus untuk capaian Samsat Maros pada pajak kendaraan bermotor atau PKB, berhasil dicapai sebesar 103,89 persen. Dari total target Rp44.966.596.000, yang dicapai Rp46.716.665.069, sehingga ada surplus sebesar Rp1.750.069.069 dengan persentase 3,89 persen. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru