oleh

Ini Dampak Angin Monsun Asia di Maros

-BERITA, RAGAM-3.214 views

*BMKG: Angin Monsun yang Akan Lintasi Sulsel Bukan Badai

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengimbau masyarakat tidak panik terhadap fenomena angin monsun.

BMKG
Citra satelit Pulau Sulawesi dari Instagram ISS NASA Earth.

Dikabarkan angin ini akan melintas di Sulasl pada 10-12 Januari 2020. Termasuk berdampak pada cuaca di wilayah Kabupaten Maros.

“Fenomena Monsun adalah periodik, yang sekarang terjadi adalah Monsun Asia atau angin baratan. Angin berembus dari Samudra Pasifik bagian barat ke timur, setiap tahun terjadi,” jelas Ariani Idrus, prakirawan BMKG Sulsel, melalui detikcom.

Monsun Asia membawa massa uap air lebih banyak sehingga dapat menimbulkan hujan dengan intensitas sedang dan besar disertai angin kencang serta petir.

Fenomena ini bukanlah angin badai seperti yang dihebohkan di masyarakat.

“Namun kondisi ini wajar, apalagi sekarang adalah puncak musim hujan, Monsun bukan badai, seperti yang dibesar-besarkan,” terangnya.

BMKG Wilayah IV Makassar telah mencatat adanya peningkatan aktivitas angin Monsun Asia di kawasan ini.

“Monsun Asia dapat menyebabkan penambahan massa udara basah, pola pertemuan udara dari laut Jawa hingga Sulawesi dan adanya Madden Julian Oscillation atau MJO fase basah yang bergerak menuju Indonesia bagian tengah” jelas Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Darmawan.

Kondisi dinamika atmosfer tersebut, akan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Sulsel.

BMKG memperkirakan cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi dan angin kencang akan terjadi di Sulsel selama 4 hari, mulai 9 hingga 12 Januari 2020.

BMKG meminta masyarakat mewaspadai dampak aktivitas angin Monsun Asia yang terjadi di beberapa tempat di Sulsel selama kurang lebih empat hari.

Cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Sulsel bagian barat, yakni Kabupaten Pinrang, Kota Parepare, Kabupaten Barru, Kabupaten Pangkep Kepulauan, Kabupaten Maros serta Kota Makassar.

Cuaca ekstrem juga diperkirakan melanda wilayah Sulsel bagian tengah, yakni Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Sidrap.

Angin dan hujan lebat juga akan terjadi di Sulsel bagian utara, Kabupaten Luwu Utara, Luwu Timur, Kabupaten Luwu dan Toraja. Angin kencang juga berpotensi terjadi di pesisir barat, selatan dan timur Sulsel.

Masyarakat, diminta mewaspadai gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter di Selat Makassar bagian selatan.

Gelombang tinggi disinyalir juga terjadi di Perairan Spermonde Makassar, Perairan Parepare, Perairan Sabalana, Perairan Selayar, Teluk Bone, Laut Flores dan Perairan Pulau Bonerate-Kalotoa.

“Masyarakat dan pengguna layanan transportasi darat, laut, dan udara diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari curah hujan tinggi, angin kencang dan gelombang tinggi yang akan terjadi empat hari ke depan,” paparnya, dilansir dari Kompas melalui Sulsel Online, Jumat (10/1/2020). (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru