oleh

Ketua PKK Sulsel Hadir di Baksos Operasi Celah Bibir di Maros

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Lies F Nurdin hadir di acara bakti sosial operasi celah bibir dan langit-langit di RSUD Salewangang Maros.

PKK Maros
Bakti sosial operasi celah bibir dan langit-langit di RSUD Salewangang Maros.

Bakti sosial ini digelar dalam memperingati HUT Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) ke-70 Cabang Maros, yang dilaksanakan pada Kamis kemarin.

Lies F Nurdin mengatakan, bakti sosial ini merupakan bagian dari upaya prevalensi menekan angka stunting dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Dia menjelaskan, operasi ini dilaksanakan masing-masing oleh 4 dokter gigi dan 4 dokter anestesi, yang berasal dari tim dokter RS Salewangang Maros dan Yayasan Celebes Cleft Centre Makassar, di antaranya PKK Provinsi Sulsel bekerjasama dengan seluruh PKK kabupaten-kota, PDGI Unhas dan PDGI secara keseluruhan melaksanakan operasi celah bibir.

“Kondisi mulut yang tidak sehat berpengaruh pada asupan gizi yang wajib diterima di usia pertumbuhan anak. Stunting juga dipengaruhi oleh kondisi mulut yang tidak normal, proses pemberian ASI berkurang, asupan makanan berkurang, sehingga semakin dini operasi dilakukan, semakin baik kesembuhan yang didapatkan,” ujarnya, dalam rilis PKK Maros, Jumat (17/1/2020).

Lies F Nurdin didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Maros, Hj Suraida Hatta, Kepala Dinas Kesehatan Maros, dr Hj Maryam Haba, Direktur RSUD Salewangang Maros, dr Firman Jaya, serta pengurus TP PKK Maros.

Dalam kesempatan ini, Lies F Nurdin menyebutkan, berkat kerjasama antara Pemprov Sulsel, TP PKK Provinsi Sulsel, TP PKK seluruh kabupaten-kota dan seluruh komponen terkait, angka stunting di Sulsel berhasil turun sebanyak 5,1 persen.

Penurunan ini meningkatkan posisi Sulsel yang sebelumnya berada di peringkat 4 tingkat stunting tertinggi secara nasional ke peringkat 11.

Selanjutnya, bakti sosial operasi celah bibir akan diadakan di 24 kabupaten-kota di Sulsel. Sebelumnya, kegiatan ini telah dilaksanakan di Kabupaten Bone, Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Sinjai.

Operasi celah bibir dan langit-langit dilaksanakan kepada 12 pasien, dari bayi berusia 8 bulan hingga remaja berusia 16 tahun. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru