oleh

Warga Sebut Maros Langganan Macet Karena Lahan Parkir dan Penutupan Trotoar

-BERITA, RAGAM-688 views

Beberapa tahun terakhir, ruas jalan poros Maros, menjadi langganan macet. Hampir setiap saat sejumlah pengendara terjebak macet panjang. Baik dari arah Makassar menuju Maros kota, maupun sebaliknya.

Macet Maros
Kondisi kemacetan di Batangase Maros.

Penyebab macet tersebut terdapat di Batangase Kelurahan Bontoa Kecamatan Mandai. Hal tersebut dikatakan oleh seorang tokoh masyarakat Batangase, H Aan Mustari.

Selain pembangunan mal, masih ada faktor lain yang menjadi penyebab macet tersebut.

“Bukan hanya kendaraan yang masuk-keluar dari pelataran mal jadi penyebab, tapi toko roti dan penutupan trotoar,” ujarnya, dilansir dari Tribun Maros, Sabtu (15/2/2020).

Toko roti di Batangase tidak memiliki lahan parkir yang memadai. Hal itu membuat kendaraan pelanggan parkir di badan jalan. Rerata kendaraan parkir tersebut merupakan bus, khususnya saat malam hari.

Hal itu membuat terjadinya penyempitan ruas jalan. Sejumlah kendaraan lain yang melintas, harus mengantre menjadi sebaris. Penyebab lain, adanya penutupan trotoar secara permanen di Batangase.

Penutupan trotoar tersebut terjadi di ruas jalan penghubung komplek Perhubungan dan Padangalla. Hal tersebut merugikan warga. Penutupan persimpangan jalan malah mengancam keselamatan dan memperparah macet.

“Itu merugikan sekali. Jalan ditutup secara permanen. Baru tidak ada alternatif. Di mana-mana itu kalau jalan ditutup harus ada alternatifnya. Itu diatur dalam Undang Undang,” jelasnya.

Warga yang mengantar anaknya sekolah ke Padangalla, harus mengarah ke Makassar lalu kembali ke Maros. Harus memutar di depan bandara lama atau Palisi. Jika siang, potensi kasus kriminal masih minim.

“Coba kalau malam, warga dari Perhubungan mau ke Padangalla, harus memutar arah di bandara lama. Di situ gelap,” tambahnya.

Kerugian lain penutupan trotoar yakni, jika terjadi kebakaran di Padangalla. Damkar harus memutar di Palisi. Tidak ada jalur lain kecuali memutar arah.

“Tidak diminta-minta. Bagaimana kalau terjadi kebakaran di Padangalla. Damkar dari Maros kota. Mereka harus memutar di Palisi, lalu kembali lagi. Ini soal kecepatan. Kalau persimpangan ditutup. habismi rumah,” lanjutnya.

Begitu juga dengan ambulans. Menurutnya, pasien juga harus segera ditindaki, tapi terlambat sampai di rumah sakit.

“Sekarang, adapi mal, baru ditutup itu persimpangan. Harusnya, jalan Komplek Perhubungan jadi alternatif saat macet dari arah Makassar. Sekarang, warga Perhubungan dari arah Makassar juga harus berputar arah di sekitar pasar Batangase. Sangat menyusahkan kami,” paparnya.

Dia berharap penutupan jalan segera dibuka atau pihak terkait mencarikan solusi penanganan macet. Bukan memperparah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dengan pihak terkait. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru