oleh

Aksi Brutal Pengantar Jenazah dari Makassar: Polres Maros Kantongi Identitas Pelaku

Polres Maros mengaku telah mengantongi identitas rombongan pengantar jenazah pelaku penyerangan warga dan toko bahan bangunan di Maros.

Kejadian Maros
Insiden penyerangan itu terjadi di jalan poros Maros, tepatnya di Lingkungan Ballu Ballu, pada Rabu kemarin.

Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Rusli mengatakan, timnya saat ini terus bergerak melacak keberadaan pelaku yang diketahui merupakan warga Makassar.

“Masih dalam lidik, terduga pelaku ini sudah kita kantongi identitasnya setelah kami melacak dari mana asal rombongan itu kemarin. Semua dari Makassar, tapi detailnya belum bisa kami sampaikan. Kita harap mereka menyerahkan diri saja,” tuturnya, Kamis (18/6/2020).

Bentrokan antara warga dengan pengantar jenazah di Maros ini, setidaknya telah terjadi sebanyak tiga kali.

Untuk mengantisipasi hal serupa, polisi berharap agar rombongan pengantar jenazah tidak lagi ugal-ugalan di jalan karena dapat memicu bentrokan dengan pengguna jalan lain.

“Kita sudah berkali-kali sampaikan, jangan ugal-ugalan kalau di jalan raya. Ini sudah tiga kali terjadi di Maros dan semua dari Makassar, ke depannya kita mau rombongan bisa minta ke kami untuk dikawal biar tertib,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, rombongan jenazah menyerang sebuah toko bahan bangunan dan memukul seorang pekerjanya di jalan poros Maros, tepatnya di lingkungan Ballu Ballu Kecamatan Turikale Kabupaten Maros, Rabu 17 Juni, kemarin.

Peristiwa ini berawal saat sebuah mobil pikap pemilik toko bangunan hendak masuk ke toko. Namun tiba-tiba dari arah Makassar, muncul rombongan pengantar jenazah menggunakan motor dan mobil ambulans dengan ugal-ugalan.

Karena merasa jalan dihalangi oleh mobil pikap yang setengah badannya masih berada jalan, rombongan jenazah ini langsung mengamuk dan memukul pengemudinya.

Bahkan saat pengemudi pikap berlari masuk ke dalam toko, para pelaku mengejar dan melempari batu masuk ke dalam toko. Setelah berhasil merusak sejumlah barang dan juga mobil pikap milik toko bangunan, mereka langsung melarikan diri.

Hanya selang beberapa menit, puluhan warga sekitar langsung berkumpul, menunggu rombongan pengantar jenazah itu kembali.

Pihak kepolisian terus berusaha agar bentrokan tidak terjadi lagi. Semua pengantar jenazah yang hendak melintas dari arah Maros ke Makassar dihalau agar tidak melintas di lokasi awal kejadian, karena warga masih berkumpul menunggu mereka kembali. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru