oleh

Banyak Istri di Maros Gugat Cerai Suami saat Memasuki Masa New Normal

-BERITA, RAGAM-251 views

Angka perceraian di Kabupaten Maros mulai meningkat saat memasuki masa new normal atau tatananan normal baru pandemi Covid-19.

Pengadilan Agama Maros

Humas Pengadilan Agama (PA) Maros, Arief Ridha menyampaikan, pada bulan Juni 2020, PA Maros telah menerima 61 gugatan yang terdiri dari 59 kasus perceraian dan sisanya warisan dan gono-gini.

Jika dibandingkan pada bulan sebelumnya sejak masa pandemi, jumlah gugatan yang masuk di PA Maros terbilang sangat sedikit.

Pada April 2020, PA Maros menerima 16 gugatan dan 1 permohonan, sementara untuk Mei 2020, PA hanya menerima gugatan sebanyak 12 dengan 5 permohonan.

“Saat pemerintah mengumumkan masa new normal ini, masyarakat banyak yang datang ke sini. Kalau dua bulan lalu hanya ada belasan kasus saja. Dari 1 Juni sampai saat ini, sudah ada sekitar 61 gugatan yang kita terima,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (1/7/2020).

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, kasus perceraian didominasi dengan cerai gugat yang datanya hampir 90 persen dari cerai talak.

Dia menyebut, alasan pengajuan cerai juga masih didominasi oleh faktor ekonomi, selebihnya ketidakcocokan ataupun adanya pihak ketiga, sekitar 10 persen.

“Kalau dilihat persentasinya, memang masih didominasi dengan cerai gugat atau dari pihak perempuan. Beberapa faktor seperti masalah ekonomi, tapi kita belum bisa simpulkan apakah ini ada hubungannya dengan efek pandemi atau tidak,” jelasnya.

Meski mengalami peningkatan, angka gugatan perceraian di bulan Juni 2020 terbilang menurun dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu yang mencapai 71 kasus dan 11 permohonan.

Karena itu, dengan adanya pandemi Covid belum bisa disebut sebagai pemicu.

“Kalau dibandingkan tahun sebelumnya, justru malah turun. Makanya kita tidak mau simpulkan kenaikan angka perceraian di bulan ini karena adanya pandemi. Nanti bisa kita ketahui itu di bulan September,” ungkapnya.

Selain peningkatan perkara gugatan perceraian di masa new normal ini, PA Maros juga menerima permohonan dispensasi nikah maupun pengesahan nikah sebanyak 22 pemohon.

Untuk terus mencegah penyebaran Covid, PA Maros menerapkan secara ketat protokol kesehatan.

Setiap warga yang akan masuk ke dalam kantor, diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan dan pengukuran suhu tubuh.

Selain itu, semua kursi telah diatur sedemikian rupa agar tetap saling jaga jarak. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru