oleh

Pesta Panen Masyarakat Adat Bonto Manurung Tompobulu Maros Diisi Permainan Rakyat Assilanca

-BERITA, WISATA-121 views

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Maros terus berupaya menjaga segala potensi wisata, untuk melestarikan sekaligus memberi nilai ekonomi bagi pelaku budaya.

Masyarakat Adat Bonto Manurung Tompobulu Maros Gelar Pesta Panen
Di antaranya dengan memberi dukungan terhadap kegiatan budaya kearifan lokal, seperti yang dilakukan di Desa Bonto Manurung Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros, Senin kemarin.

Masyarakat setempat menggelar kegiatan adat pesta panen, yang dipusatkan di Dusun Baru. Kegiatan budaya ini telah dilakukan warga setempat secara turun temurun.

Ritual pesta panen yang digelar dua tahun sekali ini dilakukan untuk menyampaikan pesan kepada leluhur mereka yang pertama kali menginjakkan kaki di kawasan pegunungan Pung Bunga.

Agar pada saat masa panen tiba, padi-padi yang ditanam terbebas dari hama dan segala malapetaka.

Kabid Pariwisata Disbudpar Maros, Yusriadi Arief mengatakan bahwa peran pemerintah daerah dalam pelestarian budaya sangat penting untuk menjaga warisan leluhur dan kearifan lokal.

“Prosesi adat yang digelar oleh masyarakat harus kita explore sebagai bukti bahwa Maros memiliki ragam budaya, bukan hanya kaya objek wisata. Ada beragam budaya dan adat istiadat yang masih dipertahankan masyarakat,” ujarnya, Selasa (14/7/2020).

Pihaknya akan selalu hadir di setiap kegiatan budaya sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat dalam pelestarian budaya.

Sementara itu, Pemangku Adat Bonto Manurung, Muh Rusli menjelaskan bahwa dalam pesta panen digelar permainan rakyat “Assilanca” atau disebut juga “A’lanja“, “Ma’lanja” atau “Mappalanca“, yakni permainan tradisional adu betis.

Juga ada kegiatan adat nganre ada’ yang berarti makan adat atau makan bersama dan ‘adengka’ atau menumbuk padi.

“Dalam masyarakat adat kami, ada Penati atau Karaeng sebagai pimpinan tertinggi, yang bertugas mempertimbangkan dan mengambil keputusan tentang padi siapa yang akan ditanam lebih dulu,” jelasnya.

Rencananya, setelah prosesi adat selesai dilaksanakan di Desa Bonto Manurung, masyarakat Kecamatan Tompobulu akan melakukan kegiatan yang sama di Desa Bonto Bonto, pada Senin pekan depan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru