oleh

Guru SDN 66 Kanjitongan Maros Belajar Menulis dan Baca Puisi

-BERITA, RAGAM-135 views

Mengisi waktu luang di masa pandemi, guru-guru SD Negeri 66 Kanjitongang Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros mengasah ilmu sastra dengan belajar menulis dan membaca puisi, Senin (10/8/2020).

GURU GURU SD 66 KANJITONGAN BELAJAR PUISI
Mereka dilatih oleh budayawan Maros, Lory Hendrajaya yang juga koordinator Rumah Dongeng chapter Maros bersama penulis dan sekretaris Rumah Dongeng chapter Maros, Ima Fatimah.

Dalam pelatihan sehari ini, diikuti 20 guru dan belajar cara praktis menulis puisi yang materinya antara lain keberanian menulis, kebiasaan menulis dan cara menempatkan diksi yang tepat.

Juga memperbanyak kosa kata sebagai modal dasar menulis puisi, mempublikasikan karya dan mendokumentasikan karya puisi.

Lory Hendrajaya mengatakan, pelatihan ini hampir seratus persen praktik menulis dan membaca puisi.

“Kami meminta kepada guru-guru agar membuat target dalam menulis puisi, misalnya sehari satu puisi atau seminggu satu puisi dengan tema yang variatif,” jelasnya.

Guru yang dilatih merasa sangat senang karena mereka mengaku tertambah lagi ilmu, apalagi di masa pandemi ini.

Sementara, Ima Fatimah mengharapkan pelatihan ini sebagai awal untuk mengetahui bahwa menulis puisi itu ternyata mudah. Selanjutnya adalah menjadikan karya puisi sebagai karya guru dan ini hanya akan lahir jika menjadi pembiasaan.

“Guru harus menulis puisi dan kalau bisa kumpulan puisi guru ini diterbitkan menjadi antologi puisi guru SD Kanjitongan,” ujarnya, yang juga berprofesi guru ini.

Kepala SD Negeri 66 Kanjitongan, A Hikmawati merasa bersyukur atas kesediaan dua pemateri ini menjadi nara sumber di sekolahnya.

Dia menganggap hal ini sebagai langkah maju untuk menambah pengetahuan dan keterampilan guru-guru.

“Kami sangat berterima kasih sudah dibimbing dan ini menjadi bekal kami untuk menulis dan membaca puisi, Insya Allah akan bermanfaat buat kami semua,” ungkapnya.

Tentang tantangan menerbitkan antologi puisi guru SD Kanjitongan, pihaknya bersedia untuk berkarya bersama guru-guru.

“Insya Allah kami siap berkarya dan menerbitkan buku antologi puisi ini,” ucapnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru