oleh

TN Babul Dampingi Produksi dan Pengelolaan Kopi Bentenge Maros

-BERITA, RAGAM-18 views

Belum banyak yang mengetahui jika Kabupaten Maros juga menghasilkan kopi. Selama ini di Sulawesi Selatan, kopi dikenal dihasilkan dari Toraja, Enrekang dan Bulukumba.

Kopi Bentenge Mallawa Maros
Kopi di Kabupaten Maros dikembangkan di Desa Bentenge Kecamatan Mallawa.

Produksi dan pengelolaan kopi ini dilakukan dengan pendampingan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Kepala Resort Mallawa Balai TN Babul, Andi Subhan menyampaikan bahwa pihaknya memberikan pendampingan pengelolaan kopi kepada kelompok tani hutan.

“Membantu lahan seluas 119 hektare kepada kelompok tani. Kopi yang akan dikembangkan ada 3 jenis, yaitu arabika, robusta dan gember,” ujarnya, Senin (14/9/2020).

Program pendampingan kepada petani kopi ini membantu dalam peningkatan ekonomi masyarakat.

KLHK akan mengevaluasi progres pertanian kopi masyarakat untuk bantuan penambahan lahan.

“Wilayah ini sangat cocok untuk segala macam tanaman, jika masyarakat menjaga dengan baik lahan hutan dengan produktif. Maka kementerian akan memperluas lahan,” jelasnya.

Kebun kopi ini dikelola Kelompok Tani Hutan (KTH) Betara Bersatu Desa Bentenge Kecamatan Mallawa, binaan TN Babul.

KTH Betara Bersatu terbentuk Pada September 2019. Balai TN Babul telah memberi akses kelola kepada KTH Betara Bersatu pada Februari 2020.

Memanfaatkan lahan pada zona tradisional TN Babul seluas 33 ha melalui perjanjian kerjasama.

Pengembangan kopi sangat berpotensi di wilayah Bentenge. Masyarakat desa telah menanam kopi hingga 20 tahun. Wilayahnya berbatasan hutan konservasi TN Babul, sehingga Bentenge merupakan desa penyangga TN Babul.

Desa Bentenge terletak di ketinggian 709 Mdpl. Sekitar 11 km dari jalan poros Maros-Bone. Desa ini memiliki potensi pertanian yang sangat produktif, di antaranya tanaman kopi.

Beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman melihat kebun kopi di desa ini. Ia menyampaikan kepada masyarakat pentingnya menjaga kualitas kopi.

“Kita patut bersyukur, Kementerian LHK, melalui  TN Babul telah membantu warga Bentenge. Selama ini kopi Bentenge telah menjadi komoditi ekspor melalui perusahaan di Makassar. Ke depan kita berharap Bentenge memiliki produk olahan dari kopi. Kita mau kopi yang berkualitas. Menjaga kualitas kopi sangat penting, sebaiknya kopi yang dikemas masih merah dan segar. Sehingga rasa bisa dipercaya,” ujarnya, saat itu.

Dalam kunjungan itu yang dilakukan pada Jumat 19 Juni itu, ia berharap, lahan yang dikelola masyarakat bisa lebih luas, serta mengingatkan masyarakat menjaga kawasan hutan di sekitar kebun kopi.

Pihaknya mengapresiasi pendampingan dari personil TN Babul dan akan turut membantu KTH Betara Bersatu dengan pupuk organik maupun kompos, bibit kopi arabika, hingga bibit tanaman budidaya seperti durian untuk dikembangkan masyarakat. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru