oleh

Nilam Jadi Idola Baru Petani di Mallawa Maros

Nilam kini menjadi idola baru petani di Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros. Tahun ini produksi pertama petani mencapai sekitar 600 kg dengan luas sekitar 10 ha.

Nilam Jadi Idola Baru Petani di Mallawa Maros
Harga jual rata-rata nilam hasil budidaya petani ini Rp 600.000 per kg.

Tokoh masyarakat Mallawa Maros, Alie Amal mengatakan, untuk mendukung animo petani dalam usaha nilam, telah tersedia alat penyulingan yang beroperasi sebanyak 3 buah dan saat ini sementara dibangun lagi 1 buah tempat penyulingan baru.

“Saat ini sudah ada petani yang panen hingga 70 kg dengan harga rata-rata Rp 600.000, penghasilannya sekitar Rp 42 juta selama 5 bulan,” ujar mantan Kades Gattareng Matinggi, melalui solusinews.id, Sabtu (26/9/2020).

Alie Amal saat ini memotivasi petani untuk menanam nilam.

Ia juga mentargetkan, pada tahun 2021, produksi dapat meningkat hingga 3 ton lebih, dengan melihat animo masyarakat saat ini yang beralih menjadi petani nilam.

Nilam menjadi idola baru bagi masyarakat Mallawa Maros, khususnya di Gattareng Matinggi, Wanua Waru dan Batuputih. Selain jahe dan jagung kuning.

Untuk diketahui, nilam adalah tanaman semak tropis yang penghasil sejenis minyak atsiri yang dinamakan minyak nilam.

Tanaman ini umum dimanfaatkan bagian daunnya untuk diekstraksi minyaknya dan diolah menjadi minyak atsiri, parfum, bahan dupa, antiserangga dan digunakan pada industri kosmetik.

Nilam, tanaman komoditas ekspor ini sangat menguntungkan. Untuk bibit, petani bisa mendapatkannya dengan mudah dan gratis di daerah ini dan untuk panen dilakukan 2 kali setahun, dengan potensi penghasilan dapat mencapai Rp 100 juta per ha. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru