oleh

Aliansi Pasukan Hitam Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law di DPRD Maros

Puluhan pengunjuk rasa yang menamakan diri Aliansi Pasukan Hitam melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD Maros, Kamis (8/10/2020).

Berita Maros
Unjuk rasa ini menolak Omnibus Law Undang Undang Cipta Kerja. Massa yang terdiri dari mahasiswa, pelajar dan serikat pekerja ini menuntut agar bisa masuk ke dalam Gedung DPRD Maros untuk bertemu langsung dengan Anggota DPRD.

Namun, sebelum itu, mereka melakukan orasi dan teatrikal di depan gedung DPRD Maros.

Korlap aksi, Yohanes menyampaikan bahwa pihaknya meminta pemerintah untuk memberikan ruang partisipatif untuk buruh dan pekerja.

Karena itu menolak dengan tegas pengesahan Undang Undang Cipta Kerja, karena bertentangan dengan Undang Undang Nomor 15 Tahun 2019.

“Kami menolak upaya sentralisasi kekuasaan melalui konsep Omnibus Law Cipta Kerja, yang akan mencederai semangat reformasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Undang Undang Cipta Kerja ini berpotensi mengekspolitasi tenaga kerja atau buruh, karena adanya pembatasan hak-hak seperti hak cuti, jam kerja yang tidak jelas, serta PHK sepihak.

“Maka dari itu, kami meminta kepada para wakil rakyat, agar mau menerima kami untuk menyampaikan aspirasi kami secara langsung,” tegasnya.

Permintaan mereka dikabulkan untuk memasuki Gedung DPRD Maros. Namun, pengamanan ketat terlihat dilakukan oleh pihak Kepolisian dan Satpol PP Maros kepada peserta aksi, dengan cara menggeledah satu persatu massa aksi.

Pertemuan antara pengunjuk rasa dan Anggota DPRD Maros berlangsung cepat dan tertutup. Setelah itu, para pengunjuk rasa meninggalkan lokasi aksi dengan cara berjalan kaki.

Aliansi Pasukan Hitam merupakan massa aksi keempat dan terakhir yang melakukan unjuk rasa di gedung DPRD Maros hari ini.

Diketahui, pada 5 Oktober 2020 DPR RI mengesahkan Undang Undang Cipta Kerja, yang dihimpun kedalam Omnibus Law, yang mengakibatkan sejumlah penolakan di beberapa daerah di Indonesia. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru