oleh

Hari Museum Nasional: Disbudpar Maros Edukasi Budaya Sejak Dini

Pemkab Maros melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mengajak sejumlah murid PAUD untuk belajar bersama di museum.

Kegiatan ini masih dalam rangkaian Hari Museum Nasional.

Sekitar 50 murid dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari TK Pratiwi Maros, mendatangi Museum Daerah Maros di Jalan Ahmad Yani Turikale Maros, Kamis (15/10/2020).

Kegiatan ini dibuka Bunda PAUD Maros, Hj Suraida Hatta, kemudian dilanjutkan dengan mengajak anak-anak TK berkeliling melihat koleksi yang ada di Museum Daerah Maros.

Suraida Hatta menyampaikan, kegiatan ini merupakan inisiasi dari Disbudpar menggandeng PAUD.

“Ini cara memperkenalkan anak usia dini mengenai museum. Karena di museum kita bisa melihat sejarah masa lalu,” ujar istri Bupati Maros, HM Hatta Rahman ini.

Ia juga mengapresiasi kegiatan ini dan berharap ke depannya semua PAUD memprogramkan kunjungan ke museum.

Kepala Disbudpar Maros, M Ferdiansyah mengatakan, kegiatan belajar bersama di museum ini sengaja mengajak anak anak untuk belajar di museum agar nantinya terbentuk generasi muda pelestari budaya.

“Kegiatan ini masih rangkaian Hari Museum Nasional yang diperingati setiap 12 Oktober, meski anak-anak belajar di museum, namun penerapan protokol kesehatan Covid-19 tetap diutamakan,” ujarnya.

Kegiatan belajar bersama di museum ini menghadirkan pemateri dari BPCB Sulsel, Anggi Siti Purbamasari.

Sebelumnya telah digelar Workshop Konservasi dan Perawatan Koleksi Museum pada Senin 12 Oktober 2020. Kemudian digelar Workshop Kurator dan Tata Pamer Museum pada Rabu 14 Oktober 2020.

Bupati Maros, HM Hatta Rahman saat membuka Workshop Konservasi dan Perawatan Koleksi Museum menyampaikan apresiasi kepada Disbudpar atas kegiatan museum ini.

Ia menyebut pentingnya kehadiran Museum Daerah Maros, mengingat tidak banyak kabupaten yang bisa membuat museum dengan koleksi-koleksi bernilai tinggi.

“Di masa saya menjabat selama dua periode ini, saya memang menginginkan adanya Museum Daerah Maros, melihat Maros ini kaya akan peninggalan-peninggalan sejarah yang sangat penting. Kita berharap Museum Daerah Maros semakin menjadi magnet dan diminati masyarakat, khususnya pelajar,” ujarnya.

Kegiatan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru