oleh

SDN 57 Bulu Bulu Mandai Maros Gelar Workshop Penulisan Karya Sastra Pentigraf

Pandemi Covid-19 yang menjadi ancaman dunia, tak membuat SDN 57 Bulu Bulu Mandai Maros, berdiam.


Untuk meningkatkan kapasitas guru dan tenaga kependidikan, sekolah ini menggelar workhop penulisan pentigraf.

Sebanyak 43 guru dan tenaga kependidikan mengikuti workhop yang dilaksanakan di Gedung SDN 57 Bulu Bulu ini.

Workshop berlangsung sehari ini dibawakan penulis dan Budayawan Maros, Lory Hendrajaya.

Pentigraf merupakan akronim dari cerpen tiga paragraf. Pentigraf merupakan karya sastra jenis baru ini kali pertama digagas dan dikembangkan oleh sastrawan dan akademikus dari Unesa, Dr Tengsoe Tjahjono.

“Dinamakan pentigraf sebab syarat utamanya adalah terdiri dari tiga paragraf, tidak kurang dan tidak lebih. Namun demikian, pentigraf haruslah memiliki tokoh, alur cerita, dan konflik yang kuat,” ujar Lory Hendrajaya, Jumat (16/10/2020).

Dalam menuliskan pentigraf harus memperhatikan pemilihan diksi untuk menciptakan kalimat yang efektif.

“Saya berharap ilmu tentang pentigraf ini akan dikenal dan ketahui guru khususnya di Maros dan akan menjadi alternatif karya yang berkualitas,” tambahnya.

Sementara, Kepala UPTD SDN 57 Bulu Bulu Mandai Maros, Sri Wahyuni mengaku bersyukur guru-gurunya sudah mendapatkan ilmu pentigraf.

Untuk itu ia mengagendakan penerbitan kumpulan karya pentigraf SDN 57 Bulu Bulu Mandai Maros.

“Saya berharap ilmu baru ini akan menjadi keterampilan karya baru bagi guru-guru kami. Jika ini akan terbit paling lama akhir tahun, mungkin akan menjadi kumpulan pentigraf pertama di Sulsel,” ungkapnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru