oleh

Warga Tana Takko Maros Gotong Royong Kerjakan Jalan Program Keserasian Sosial

Sebagai upaya memperkuat nilai-nilai kearifan lokal dalam membangun kehidupan di tengah masyarakat, Kementerian Sosial (Kemensos) membangun Keserasian Sosial (KS) antar desa-kelurahan untuk mencegah konflik di tengah masyarakat.

Program KS Tana Takko Maros
Warga gotong royong dalam pembangunan jalan beton Program KS Tana Takko Maros.

Seperti dilakukan warga di Dusun Tana Takko Desa Lebbo Tengae Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros, bergotong royong dalam pengerjaan jalan beton dalam Program Keserasian Sosial (KS).

“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan Kemensos memilih Tanah Takko sebagai lokasi program KS. Kegiatan sosial semacam ini harus selalu dilakukan karena menjadi benteng untuk memperkukuh keharmonisan dalam hidup bermasyarakat,” ujar Ketua Forum KS Tana Takko, Salmiati, Selasa (17/11/2020).

Sarasehan, sosialisasi dan dialog tematik dilakukan sebagai rangkaian kegiatan fisik berupa pembangunan jalan beton secara gotong royong, dengan panjang 200 meter dan lebar 3 meter.

Seksi PSKBS Dinsos Sulsel, Nur Sulaiman B, yang hadir dalam sarasehan tersebut, mengapresiasi antuasias warga Tana Takko dalam melaksanakan gotong royong pembangunan jalan beton.

Forum KS Tana Takko Maros
Forum Keserasian Sosial (KS) Tana Takko Maros saat sarasehan program.

Untuk diketahui, keberadaan Forum KS melalui Program Keserasian Sosial bersumber dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kemensos RI tahun 2020.

Program KS dan penguatan kearifan lokal ini juga fokus untuk mensejahterakan masyarakat, selain program-program Kemensos yang ada selama ini, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan program lainnya.

Program ini untuk meningkatkan kebersamaan warga, yang harmonis dilandasi oleh nilai dasar toleransi, saling menghargai dan menghormati, sehingga dapat membangun, memantapkan dan mengembangkan serta memelihara kembali kehidupan bersama di antara anggota masyarakat.

Diharapkan apa yang telah dihasilkan dari program tersebut telah banyak manfaatnya bagi masyarakat di lingkungannya.

Kehadiran KS diharapkan dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya konflik sosial antar unsur pranata sosial dan keagamaan di masyarakat. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru