oleh

Penyuluh Perikanan BRPBAP3 Maros Ikuti Webinar Hak Kekayaan Intektual

Selama ini perlindungan hukum bagi karya-karya dan inovasi dari Penyuluh Perikanan dinilai masih minim.

BRPBAP3 Maros

Karya-karya dan inovasi itu dapat diarahkan untuk diajukan mendapatkan Hak Paten atau Hak Kekayaan Intektual (HKI), sebagai penghargaan untuk warga negara yang memiliki inovasi bagi insan kelautan dan perikanan, termasuk penyuluh perikanan.

Untuk memberikan pemahaman dan informasi mengenai Hak Paten dan HKI bagi penyuluh perikanan, maka Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam hal ini Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAPPP) bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan mengadakan webinar HKI tentang mekanisme pengajuan Hak Paten/HKI Hasil Karya dan Inovasi Penyuluh Perikanan.

Hadir pada webinar yang berlangsung Kamis 19 November 2929 itu, Kepala Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP), Sjarief Widjaja, Sekretaris BRSDMKP, Kusdiantoro, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), Lilly Aprilya Pregiwati, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Harun Sulianto.

Webinar terdiri 926 peserta dari penyuluh perikanan seluruh Indonesia, peneliti dan dosen, termasuk dari BRPBAP3 Maros.

Webinar ini penting dilaksanakan sebagai langkah awal adanya untuk mengetahui kebijakan/aturan, syarat/ketentuan serta apa saja yang perluh disiapkan baik berkas maupun bahan materinya dalam mengajukan HKI.

Sjarief Widjaja menyampaikan pentingnya perlindungan terhadap Kekayaan Intelektual (KI) karena memiliki nilai manfaat ekonomi dan produksi. Kelayakan Intelektual merupakan hasil olah pikir manusia yang menjawab permasalahan yang ada.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya untuk sinergi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Sekretaris BRSDM dan Peneliti BRPBAP3 untuk pencerahan dan pengetahuan yang akan didapatkan pada webinar ini untuk kami semua,” ujarnya, melalui keterangan pihak BRPBAP3 Maros, Jumat (20/11/2020).

Kepala BRPBAP3 menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana karena dari hasil monev lapangan banyak ditemukan karya maupun inovasi dari para penyuluh dan sudah banyak diminta oleh perusahaan, khususnya Satminkal BRPBAP3 Maros.

Beberapa penyuluh telah melakukan one step ahead karya-karya berupa modifikasi atau menambah kegunaan dari suatu produk.

Sebut saja Andi Cakra Gunar, penyuluh di Selayar, telah menemukan penilaian mutu organoleptic/sensori produk perikanan, Kort Nozzle Ketinting (KNK), Solar Fish Dehydrator (SOFINDY). Altenator Flywheel Free Electric (AFFE).

Sehingga diperlukan pemahaman mekanisme pendaftaran HKI kepada para penyuluh.

Lilly Aprilya Pregiwati menyampaikan apresiasi kepada kepala BRPBAP3 yang telah menginisiasi kegiatan ini yang sangat bermanfaat kepada penyuluh perikanan sehingga bisa menambah semangat bagi para penyuluh.

Sementara, Harun Sulianto menjelaskan tentang perlindungan HKI merupakan penghargaan untuk warga negara yang memiliki inovasi sehingga harapan dan peluang yang sangat terbuka kepada setiap insan kelautan dan perikanan, termasuk penyuluh perikanan.

Pada sesi paparan, Kusdiantoro, menyampaikan apresisasi atas pelaksanaan kegiatan ini karena merupakan terobosan baru dalam pengajuan HKI khususnya penyuluh perikanan.

Narasumber dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Marini Olivia, menyampaikan bahwa HKI merupakan hak yang timbul dari kemampuan berpikir atau olah pikir menghasilkan suatu produk yang menghasilkan proses yang berguna bagi negara.

Sementara narasumber dari BRPBAP3, Ince Ayu menyampaikan pengalaman pengajuan paten hasil riset yang sudah dilakukan. Kegiatan diakhiri dengan penutupan dari Kepala BRPBAP3. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru