oleh

Pendamping Desa Sampaikan Harapan untuk Bupati dan Wabup Maros

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Chaidir Syam dan Suhartina Bohari sebagai Bupati dan Wakil Bupati Maros periode 2021-2024 telah digelar, Jumat 26 Februari 2021.

Usai dilantik di Makassar, kedua pemimpin muda itu, menuju ke Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Maros.

Mereka disambut dengan prosesi adat sebelum memasuki gerbang rujab berkarpet merah. Meski berlangsung sederhana dan terbatas, penyambutan Bupati dan Wakil Bupati “Keren” itu berlangsung hikmat.

Berbagai harapan disampaikan masyarakat kepada pemimpin baru Kabupaten Maros ini, di antaranya para pendamping desa se Maros.

Mewakili pendamping desa, Harmin Thomaru mengharapkan pemerintah Kabupaten Maros senantiasa selalu dan tetap bersinergi dengan pendamping desa dalam mengawal dan membantu desa.

“Segenap pendamping desa adalah mitra pemerintah kabupaten hingga desa Dalam memberikan pendampingan kepada desa, untuk itu saya berharap kita tetap bersinergi, termasuk bagaimana bersinergi mengawal kebijakan Bupati keren kedepan,” ujarnya, Sabtu (27/2/2021).

Adapun SDGs Desa yang telah dirumuskan mencakup sejumlah tujuan yang di antaranya adalah mewujudkan desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan, desa sehat dan sejahtera, pendidikan desa berkualitas, keterlibatan perempuan desa, desa layak air bersih dan sanitasi.

Kemudian, tujuan lainnya ialah desa berenergi bersih dan terbarukan, pertumbuhan ekonomi desa merata, infrastruktur dan inovasi desa sesuai kebutuhan, desa tanpa kesenjangan, kawasan permukiman desa aman dan nyaman, konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan.

Kemdes PDTT juga berupaya mewujudkan desa tanggap perubahan iklim, desa peduli lingkungan laut, desa peduli lingkungan darat. SDGs Desa lainnya juga meliputi desa damai berkeadilan, kemitraan untuk pembangunan desa.

Pendamping desa Harmin thomaru menjelaskan desa tanpa kemiskinan adalah di mana semua warga miskin di desa tersebut mendapatkan bantuan jaring pengaman sosial dari pemerintah.

“Maka itulah yang dimaksud dengan desa tanpa kemiskinan. Bukan berarti tidak ada orang miskin. Kemiskinan yang ada di desa tertangani sesuai dengan kewajiban pemerintah. Itu yang disebut dengan negara hadir, memiliki akses terhadap jaring pengaman sosial,” terangnya.

Dirinya juga optimistis target desa tanpa kemiskinan bisa segera terwujud. (*)

Pemkab Maros     Pemkab Maros     Askab PSSI Maros

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed